
Novel Baswedan. Fedrik Tarigan/Jawa Pos
JawaPos.com - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo mengharapkan, hasil investigasi tim satuan tugas (Satgas) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Investigasi yang dilakukan Tim Satgas bentukan Polri itu telah bekerja selama enam bulan.
"Kami minta hasilnya bisa pelakunya ketemu. Dan segera ditangkap dan diadili. Bukan hanya pelaku lapangannya, tapi juga pelaku sesungguhnya siapa yang menyuruh mereka," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7).
Yudi menuturkan, jika hasil dari penyelidikan kasus Novel tak memberikan harapan, ia tak segan meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan. Yaitu, dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen.
"Jika ternyata tim bentukan Polri ini tidak dapat menemukan pelakunya, ya kami meminta Presiden Jokowi mengambil alih. Tanggung jawab ini seperti yang sudah kami minta dari awal Novel disiram (air keras)," tegas Yudi.
Sebelumnya, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Hendardi menyebutkan, pihaknya memiliki temuan menarik terkait investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik KPK tersebut. Bahkan, dia mengklaim, temuan baru itu dipuji oleh Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.
"Tadi, Pak Kapolri menyatakan bahwa ini ada progres yang baik, ada kemajuan, ada temuan-temuan baru di dalam investigasi kami," ujar Hendardi saat konferensi pers usai menyerahkan laporan kepada Kapolri, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/7).
Kendati demikian, baik pihak TGPF maupun Polri masih bungkam mengenai temuan baru maupun perkembangan investigasi itu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
