Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN
JawaPos.com – Nasib nahas kembali dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI). Arwati Bin Harun, seorang PMI asal Dusun Lebak Gaga, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Wangi, Kota Serang , Provinsi Banten, dikabarkan meninggal mengenaskan di kontrakan temannya, akibat sakit ginjal dan disiksa agensi yang menaunginya di Riyadh, Arab Saudi.
Ihwal adanya kejadian ini, menurut Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Buruh Migran Nusantara (Buminu) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Banten Nafiz Salim, awalnya Arwati pernah bekerja di Dubai selama 4 bulan dan mengalami sakit ginjal. Karena sakit, almarhumah pun pulang ke Indonesia untuk melakukan operasi ginjal.
“Setelah selesai operasi selang beberapa bulan almarhumah nekat ingin bekerja ke luar negeri (Riyadh) dengan alasan PMI bekerja ke luar negeri, untuk biaya anaknya karena keluarga almarhumah orang tidak mampu,” jelas Nafiz Salim dalam pesan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (2/8).
Selanjutnya, atas keinginannya itu, akhirnya pihak agensi atas nama Sopian, memberangkatkan Arwati melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah sampai wilayah Riyadh, Arwati ditampung oleh Sarikah/Agensi Alexi – Riyadh, dan selang beberapa hari Arwati mendapatkan majikan dan bekerja selama 1 bulan.
Sayangnya, tak lama berselang, Arwati kembali mengalami sakit pada ginjalnya, sehingga majikannya mengantarkan Arwati ke Syarikah atauAgensi Alexi-Riyadh yang menaunginya.
Namun menurut Rahman, 19, anak kandung Arwati, bukanya dikembalikan ke tanah air, sang ibu justru di siksa, diinjak dan di siram air oleh Sarikah/Agensi Alexi - Riyadh, karena melihat kondisi Almarhumah Arwati sakit.
“Itu ibu saya sendiri yang cerita saat saya berkomunikasi sebelum dia meninggal,” tutur Rahman, saat berbincang dengan JawaPos.com.
Sehabis disiksa kata Rahman, almarhumah ditelantarkan di terminal Bus Riyadh oleh Sarikah/Agensi Alexi – Riyadh usai dibohongi akan dipulangkan ke tanah air.
Beruntung, ada orang baik yang menolongnya. Almarhumah di tolong oleh orang Indonesia atas nama Ibu Mariam dan dibawa ke kontrakan, karena kasihan melihat kondisi Arwati.
Karena mulai merasakan kesembuhan, kata Nafis Salim, Arwati pun kembali bekerja selama 1 bulan dan menetap di kontrakan temannya. Namun, karena kondisi sakitnya yang sudah parah, penyakit ginjal almarhumah Arwati kambuh kembali selama di kontrakan Riyadh.
“Kemudian Almarhumah koma dan meninggal dunia di kontrakan temannya,” terang Nafiz Salim.
Menurut Nafis Salim, sebelumnya pihak keluarga sudah meminta untuk di pulangkan ke pihak sponsor atas nama Sopian. Akan tetapi tidak ada tindakan dan kabar baik, hingga PMI meninggal dunia.
“Bapak Sopian selaku yang memproses saat ini kabur dan tidak bertanggung jawab sampai sekarang Sopian tidak di ketahui keberadaannya,” terang Nafiz Salim.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
