Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2018 | 18.30 WIB

Penyerang Kiai di Lamongan Orang Cirebon, Begini Kronologinya

Nandang Triyana, pelaku penyerangan terhadap KH Hakam Mubarok di Lamongan diduga mengidap penyakit jiwa. Nandang ternyata warga Cirebon. - Image

Nandang Triyana, pelaku penyerangan terhadap KH Hakam Mubarok di Lamongan diduga mengidap penyakit jiwa. Nandang ternyata warga Cirebon.

JawaPos.com – Polisi masih mendalami kasus penyerangan terhadap KH Hakam Mubarak di Lamongan, Jawa Timur. Pelaku yang sudah ditangkap teridentifikasi bernama Nadang Triyana yang merupakan warga Cirebon. Orang tua pelaku pun kini dibawa ke Jawa Timur untuk dimintai keterangan terkait kondisi kejiawaan anaknya.


Sementara itu, pelaku sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim sejak Senin (19/2). Keberangkatan orang tua pelaku ke Jawa Timur juga dibenarkan Tati (65). Perempuan yang merupakan bibi dari Nandang itu mengatakan ada tiga orang yang berangkat. Yakni Satibi dan Sriyani selaku orang tua dan adik perempuan Nandang.


“Tadi sore berangkat. Dari sini bertiga. Intinya dibawa polisi untuk ketemu Nandang. Keluarga juga tidak ada yang tahu selama ini Nandang di mana. Kaget juga ketika tahu-tahu ada kabar dia di Lamongan dan terlibat masalah,” katanya kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).


Seperti diberitakan, Nandang menyerang KH Hakam Mubarok, pimpinan Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan, Jatim, Minggu 18 Februari 2018. Saat itu menjelang salat duhur, Kiai Hakam melihat Nandang duduk di depan gapura Masjid Al Manar.


Dia lalu memintanya berpindah tempat. Alasannya, tidak pantas karena waktunya salat. Sarung Nandang ditarik agar yang bersangkutan mau pindah. Ternyata tak mau berpindah tempat.


Dia tetap duduk sambil membawa makanan ringan. Makanan ringan itu akhirnya ditampel karena takut mengotori tempat sekitar.


Nandang sontak berdiri. Dia mengamuk dan menantang Kiai Hakam untuk berkelahi. “Ayo aku gak takut sama kamu kalau berani berkelahi sekarang,” kata Kiai Hakam menirukan perkataan Nandang.


Sesaat kemudian, pria gundul itu menyerang Kiai Hakam menggunakan tangan kosong. Serangan itu tidak mengenai tubuh Kiai Hakam. Takut serangan itu semakin membabi buta, Kiai Hakam memilih menghindar.


Namun, dia ternyata dikejar. Kiai Hakam kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berputar-putar di lokasi setempat sejarak sekitar 30 meter.


“Saya lari, sempat terjatuh karena kehabisan napas, hingga luka di bagian siku sebelah kanan,” cerita Kiai Hakam.


Salah satu warga desa setempat yang mengetahui Kiai Hakam dikejar akhirnya melakukan pencegahan. Warga tersebut juga berteriak meminta bantuan para santri ponpes setempat.


“Langsung dikepung orang banyak, hingga diamankan ke dalam pondok, lalu dilaporkan ke polisi,” pungkas Kiai Hakam.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore