Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Januari 2025 | 00.07 WIB

Hari Desa Nasional 2025: Sumedang Jadi Pusat Perayaan, Capaian Desa Mandiri Diapresiasi

Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa (Dirjen Pemdes) Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo saat membuka acara Village Expo di Desa Cibeureum Kulon, Sumedang. (Ilham Wancoko/Jawa Pos) - Image

Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa (Dirjen Pemdes) Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo saat membuka acara Village Expo di Desa Cibeureum Kulon, Sumedang. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Village Expo untuk memperingati Hari Desa Nasional 2025. Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa (Dirjen Pemdes) Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo secara resmi membuka acara Village Expo di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/1).

Kegiatan yang digelar di lapangan sepak bola Desa Cibeureum Kulon ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa yang akan mencapai puncaknya pada 15 Januari 2025. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dijadwalkan turut hadir pada puncak acara.

“Hari ini adalah momentum bersejarah, di mana kita bersama-sama memperingati Hari Desa. Dengan ini, saya menyatakan bahwa kegiatan pada hari ini secara resmi dibuka,” ujar La Ode dalam pidato pembukaannya.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Desa adalah refleksi nyata dari kontribusi berbagai elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun desa. Pemilihan Kabupaten Sumedang sebagai lokasi peringatan bukan tanpa alasan.

Menurut La Ode, Sumedang telah menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam menciptakan desa mandiri, menekan angka kemiskinan, dan mengurangi kasus stunting hingga nol persen. “Berdasarkan Indeks Desa Membangun, dari 270 desa di Sumedang, semuanya berstatus mandiri. Tingkat melek digitalnya juga tinggi, serta kemiskinan ekstrem dan stunting di sini sudah nol persen,” paparnya.

Prestasi tersebut dilaporkan kepada Mendagri Tito Karnavian, yang kemudian menyetujui Sumedang menjadi pusat perayaan Hari Desa. La Ode menekankan pentingnya Hari Desa sebagai momen kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas desa, mempromosikan potensi lokal ke tingkat nasional dan internasional, serta menjadikan desa sebagai pusat peradaban.
“Sumedang adalah satu dari ribuan desa dengan potensi luar biasa di Indonesia. Desa seperti ini perlu diekspos agar dikenal lebih luas,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan bahwa desa merupakan sumber inovasi, teknologi, dan kreativitas yang luar biasa. Jika desa maju, daerah dan bangsa akan ikut maju. “Desa yang menyala, menyala bangsaku,” tambahnya penuh semangat.

Puncak acara musyawarah desa nasioanl pada 15 Januari 2025 akan dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian dan dimeriahkan dengan Musyawarah Desa Nasional. Dalam forum ini, pemerintah pusat, daerah, dan desa akan duduk lesehan bersama di lapangan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan berbagi literasi demi meningkatkan kapasitas desa.

Selain itu, acara akan diramaikan dengan gerakan Gema Tanam Desa yang mengajak masyarakat untuk menanam bibit sebagai simbol perubahan dan harapan baru yang dapat ditularkan ke desa-desa lain di Indonesia.

La Ode juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Jangan ada ego sektoral yang hanya memikirkan kepentingan sendiri. Setiap daerah dan desa saling bergantung satu sama lain. Kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, dan desa adalah kunci kemajuan bersama,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, La Ode mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan membangun desa. “Mari jadikan desa sebagai pusat peradaban, sumber kemajuan, dan kebanggaan kita semua.” jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore