
BISA DITEMPATI: Flat Keputih telah selesai dibangun dan dilengkapi fasilitas untuk penghuni yang sudah antre. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Flat atau Rumah Susun Keputih telah rampung. Dalam waktu dekat, flat itu bisa ditempati penghuni. Mereka adalah warga yang terdampak pembangunan di Kota Surabaya.
Di Flat Keputih, total ada empat blok flat. Yang terbaru paling depan. Corak catnya berbeda dari blok lain. Mirip mozaik dengan warna dominan merah bata. "Pembangunan rampung. Semua siap dihuni," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu.
Flat Keputih berbeda. Di sana ada perlengkapan dengan perabot seperti dipan, kasur, lemari, serta kursi dan meja. Masing-masing isinya dua kamar, dapur, dan kamar mandi.
Berapa tarif sewanya? Harga kontrak flat yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu akan sama dengan blok lain. Mulai Rp 45 ribu sampai Rp 99 ribu per bulan. Belum termasuk biaya listrik dan air.
Warga yang sudah masuk antrean akan didahulukan. "Saat ini antrean sudah 7.000 KK," ujar Kabid Pengelolaan Bangunan dan Tanah DPBT Surabaya Doni Ardian.
Menurut Doni, jumlah flat akan terus ditambah tiap tahun. Salah satu yang siap huni adalah Flat Penjaringan Sari tahap IV. Kapasitasnya 65 unit. Ada lagi flat yang dibangun pemkot di Gunung Anyar. Namun, flat tersebut disiapkan untuk pindahan warga yang sudah menempati flat milik Pemprov Jatim. Lokasinya juga di Gunung Anyar.
Flat Gunung Anyar hingga sekarang masih tersandung status kepemilikan lahan. Karena itu, belum ada penyerahan ke Pemkot Surabaya. Statusnya masih milik Pemprov Jatim. Di antara tiga blok, hanya satu blok yang dihuni warga.
Karena status belum jelas, pemkot tidak bisa berbuat banyak. Salah satunya tidak bisa merenovasi bangunan. Sebab, itu bukan aset pemkot.
Pemkot memilih membangun flat baru. Lokasinya persis di belakang bangunan yang sekarang. "Kami targetkan pembangunan bisa rampung tahun ini juga," tambah Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPRKP CKTR Surabaya Mochamad Taufik Siswanto.
Taufik mengatakan, bangunan lima lantai itu akan memiliki kapasitas yang cukup banyak. Sekitar 100 unit. Yang lain umumnya hanya berkisar 65 unit. "Ukuran per unit 5 x 5 meter," katanya. Bangunan tersebut akan menampung warga dari flat yang masih dikelola Pemprov Jatim.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
