
Kapolri Jendral Tito Karnavian sedang bersalaman dengan Habib Saggaf bin Muhammad Al Jufri, ketua umum Al-Khairaat.
JawaPos.com – Organisasi keagamaan di Palu, Sulawesi Tengah, Al Khairaat sedang mengadakan Haul Emas Guru Tua ke-50. Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ikut serta dalam acara itu dengan mengenakan peci putih.
Untuk informasi, Guru Tua merupakan sebutan bagi Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Dia lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri yang merupakan tokoh pejuang pendidikan Islam di Sulawesi Tengah. Dia mendirikan Al Khairaat di Palu pada 1930.
Haul Emas Guru Tua itu dibuka oleh Ketua Umum Al-Khairaat Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri. Saat membuka acara itu, dia berpesan untuk tidak merasa menjadi orang atau kelompok yang paling benar. Termasuk, tidak mudah untuk menyalahkan kelompok lain.
Perbedaan keyakinan memang sering kali menjadi masalah yang memicu konflik. Itulah kenapa, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Timur tersebut terus mengajarkan untuk menahan diri dari sikap merasa paling benar. Apalagi, sampai menyudutkan kelompok agama lain.
”Selama masih di dunia, seharusnya tidak boleh ada yang merasa paling benar. Bahkan, bisa jadi belum tentu benar,” ujarnya.
Itulah kenapa, Habib Saggaf meminta agar jangan dengan mudah menyalahkan pihak lain. Menurutnya, pernyataan merasa paling benar hanya bisa dilontarkan saat nanti sudah berada di akhirat.
”Saat di akhirat, barulah kita baru bisa mengatakan dengan terang-terangan bahwa kita lebih benar, lebih unggul. Namun, tidak selama masih menginjak tanah,” tuturnya.
Al Khairaat juga meyakini sebagai kelompok yang benar. Namun, bukan berarti keyakinan itu menjadi landasan untuk menyalahkan orang lain. ”Kami mengetahui selama ini ada kelompok yang selalu merasa paling benar, selalu menyalahkan. Namun, semua itu belum terbukti,” ujarnya.
Menurutnya, untuk mencapai pada kebenaran itu kuncinya adalah ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, bisa membuat orang untuk mampu menyikapi segala sesuatunya dengan benar.
”Bukan hanya ilmu agama. Nabi Muhammad dalam hadisnya pernah menyebut kejarlah ilmu hingga ke negeri Tiongkok. Saya kira itu bukan ilmu agama, namun ilmu keduniaan. Saat itu Tiongkok merupakan negeri yang ilmu pengetahuannya telah tersohor hingga ke Arab,” ujarnya.
Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menghadiri Haul Emas tersebut mengakui peran ajaran Al-Khairaat di masyarakat. Menurutnya, ajaran Guru Tua dari pendiri Al-Khairaat memiliki keteladanan toleransi yang begitu kuat.
Indonesia yang beragam suku bangsa dan agama ini memerlukan ajaran semacam itu. ”Keberagaman itu tidak hanya memiliki keuntungan, seperti kemajuan dan pembangunan, tapi juga memiliki kerawanan. Yakni potensi konflik,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
