JawaPos Radar

Waspada! Sepekan ke Depan Lombok Terus Diguncang Gempa

29/07/2018, 23:50 WIB | Editor: Ilham Safutra
Waspada! Sepekan ke Depan Lombok Terus Diguncang Gempa
Rumah rusak akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang Lombok, NTB. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Dari hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) melalui alat seismografnya, wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sepekan ke depan akan terus diguncang gempa susulan. Apalagi hingga Minggu malam (29/7) pukul 21.20 WIB, Lombok sudah digoyang 203 gempa susulan, setelah kejadian pertama.

"Gempa susulan ini akan kami catat dan prediksi untuk saat ini bisa sampai beberapa hari, bahkan seminggu," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui video conference di Kantor BMKG Pusat, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (29/7) malam.

Dwikorita menuturkan, pihaknya akan melakukan pemantauan melalui alat digital seismograf mengenai gempa susulan yang terjadi di wilayah Lombok.

Waspada! Sepekan ke Depan Lombok Terus Diguncang Gempa
ideo Conference gempa Lombok berkekuatan 6,4 SR di gedung BMKG Pusat, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (29/7) (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Mengantisipasi kembali jatuhnya korban jiwa, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bangunan rusak yang dapat membahayakan karena masih terjadi gempa susulan. "Terutama kalau terjadi hujan, masyarakat harus cari tempat yang lapang untuk berlindung," imbaunya.

Kendati demikian, mantan rektor UGM itu meyakini gempa utama yang berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu pukul 05.47 WIB pagi, tidak mengakibatkan terjadinya tsunami.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @InfoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," tutur Dwikorita menandaskan.

Pascagempa tersebut, tercatat 14 orang meninggal, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak. Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih terus dilakukan oleh BPBD hingga saat ini.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji yang diperlukan oleh keluarga korban gempa.

(rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up