Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 22.06 WIB

Tiga Klaster Persebaran Covid-19 Harus Diselesaikan Pemkab Banyumas

Pemeriksaan swab dan tes cepat masal di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Minggu (31/5). M. Fikri Setiawan/Antara - Image

Pemeriksaan swab dan tes cepat masal di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Minggu (31/5). M. Fikri Setiawan/Antara

JawaPos.com–Sebanyak tiga klaster persebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih harus diselesaikan. Sebab, dua klaster lainnya telah dianggap selesai.

Bupati Banyumas Achmad Husein menjelaskan, sebelumnya di Banyumas masih menyisakan lima klaster yang harus diselesaikan. Yakni klaster Gowa, Tanggeran, Sokaraja Kulon, Kober, dan Bancarkembar. Dari lima klaster tersebut, klaster Gowa sebelumnya ada 36 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Berdasar hasil tes usap (swab) yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas pada Kamis (25/6), terdapat dua orang yang dinyatakan sembuh.

”Klaster Gowa dapat dianggap selesai. Sebab, 34 orang lainnya telah lebih dulu dinyatakan sembuh dari Covid-19,” kata Achmad Husein seperti dilansir dari Antara pada Jumat (26/6).

Sementara klaster Tanggeran, Kecamatan Somagede, yang pertama kali diketahui positif Covid-19 sebanyak satu orang. Kemudian dilakukan tes usap terhadap 12 tetangga terdekatnya. ”Hasilnya sudah keluar. Alhamdulillah negatif semuanya, sehingga klaster Tanggeran juga dianggap sudah selesai,” terang Achmad Husein.

Bupati mengatakan, untuk klaster Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, terdapat tambahan tiga orang yang dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil tes usap yang dilakukan terhadap lima kontak dekat dari orang yang pertama kali terpapar virus korona jenis baru di desa itu. Tiga orang tersebut terdiri atas istri dari warga Sokaraja Kulon yang dinyatakan positif Covid-19 beserta anaknya yang berusia 14 tahun dan adiknya yang tinggal di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.

”Istri yang bersangkutan tinggal di Sokaraja Lor, sehingga kami melakukan tes usap terhadap kurang lebih enam orang kontak dekatnya yang kemungkinan hari ini (26/6) masih ditindaklanjuti. Kami juga melakukan tes usap terhadap lima orang kontak dekat dari pasien yang tinggal di Kaliori,” ujar Achmad Husein.

Menurut dia, pihaknya juga telah melakukan tes usap terhadap enam orang di klaster Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, dan 10 orang di klaster Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, yang selanjutnya dikirim ke laboratorium di Jogjakarta namun sampai saat sekarang belum mendapatkan hasil.

Achmad Husein mengatakan, hingga saat ini di Banyumas masih menyisakan tiga klater penyebaran Covid-19, yakni klaster Sokaraja Kulon beserta percabangannya di Sokaraja Lor dan Kaliori, klaster Kober, serta klaster Bancarkembar. ”Jadi masih harus kami tekuni satu per satu, kami telusuri satu per satu, sehingga nanti betul-betul tidak ada ranting-ranting atau cabang-cabang yang tersisa dari yang ada sekarang ini,” tutur Achmad Husein.

Dia menambahkan, dalam menangani covid-19 harus dilakukan dengan tekun, sabar, teliti, tidak boleh menyerah, dan tidak boleh mengenal lelah. ”Kami akan kerjakan terus semuanya secermat mungkin, secepat mungkin, seteliti mungkin, sehingga tidak ada yang tersisa menjadi masalah yang timbul kemudian. Insya Allah, kami akan tetap bekerja keras untuk masyarakat,” ucap Achmad Husein.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=7EOKPMZvfqE

 

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

 

https://www.youtube.com/watch?v=tkiyPoh5HBY

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore