Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Oktober 2018 | 02.14 WIB

Blusukan di Tegal, Sandi: Jangan Baper Ya

BLUSUKAN:  Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kiri) saat berdialog bersama para nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (25/10). - Image

BLUSUKAN: Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kiri) saat berdialog bersama para nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (25/10).

JawaPos.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Shalahuddin Uno melanjutkan kampanyenya di Jawa Tengah dengan blusukan ke Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (25/10). Di sana, ia berjanji mempermudah izin dan kepastian melaut bagi para nelayan.


“Intinya diharapkan kemudahan perizinan, tapi kalau hal ini (perizinan) jangan baper ya, karena ini suara nelayan, bagaimana mereka diberikan kepastian untuk melaut. Kita akan serius menghadapi ini, keluhan nelayan ini menjadi aspirasi yang kita apresiasi,” jelasnya saat berdialog bersama para nelayan.


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sendiri menilai, bahwa nelayan dan maritim adalah sektor paling produktif saat ini. Dengan alasan itulah, ia berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang pro terhadap kesejahteraan mereka manakala terpilih pada Pilpres 2019 nanti.


“Sehingga kami, Prabowo-Sandi akan menghadirkan kebijakan yang bisa memastikan terbukanya lapangan kerja dan kesejahteraan nelayan,” sambungnya.


Selain itu, guna memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan maritim, Pasangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 tersebut juga berjanji akan terus memerangi illegal fishing. Yakni dengan solusi permanen melalui peraturan pemerintah.


"Dicari solusi permanen berpihak kepada rakyat, lingkungan terjaga, penghasilan dan lapangan kerja tetap terbuka,” imbuhnya.


Sedangkan Sudirman Said selaku Direktur materi debat kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengungkapkan salah satu polemik yang tengah dihadapi nelayan saat ini. Dimana tak lain dan tak bukan adalah kebijakan cantrang.


Karena kebijakan inilah, Mantan Calon Gubernur Jateng 2018 itu beranggapan jika para nelayan dewasa ini mengalami tekanan berat. “Meskipun sekarang dibolehkan, sifatnya sementara, akibat dari pelarangan itu kita mendengar itu beberapa pabrik pengolahan ikan itu tutup karena kekurangan bahan baku, ini sesuatu yang sangat memberatkan nelayan,” terangnya.


Dirinya meyakinkan jika paslon jagoannya menang di Pilpres, kebijakan-kebijakan yang tadi disebutkan Sandi, akan nyata adanya. “Kita akan mendorong nelayan kita tenang, produktif, sektor ini memberikan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” cetusnya.


Senada dengan Sudirman, anggota tim kampanye Prabowo-Sandi, Suswono menyebut berbagai permasalahan tersebut harus dikaji total supaya nelayan tidak terbebani.


“Komunitas yang kemiskinan tertinggi nelayan, perhatian dalam konteks mensejahterakan nelayan menjadi prioritas, perizinan dipermudah, saat ini nelayan biaya tinggi sendiri mencari ikan dilaut, harus di evaluasi total, sehingga nelayan tidak diberatkan,” katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore