Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 03.09 WIB

Mengenang Personel Seventeen, Bani Meninggal di Puncak Karirnya

DIMAKAMKAN: Proses pemakaman Bani, salah seorang pendiri band Seventeen, Senin (24/12). - Image

DIMAKAMKAN: Proses pemakaman Bani, salah seorang pendiri band Seventeen, Senin (24/12).

JawaPos.com - M. Awal Purbani, 36, ikut menjadi korban bencana tsunami di pantai sekitar Selat Sunda, pada Sabtu (22/12) kemarin. Pria yang akrab disapa Bani tersebut merupakan salah seorang pendiri dari grup band Seventeen yang besar di Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).


Sejak masih duduk di bangku sekolah, Bani memang sudah gemar bermain gitar. Ketika menginjak umur 17 tahun bersama dengan rekan-rekannya, yakni Herman Sikumbang, Zulianto Angga, Yudhi Rus Harjanto, dan Windu Andi Darmawan bersepakat membentuk sebuah grup band.


Nama band mereka diambil dari usia para personelnya. "Personelnya umur 17 tahun, dijadikan untuk nama bandnya," cerita ayah Bani, Fajar Wibowo, 57 saat ditemui di kediamannya, Dusun Gamping Tengah, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Senin (24/12).


Sebelum ada yang menawari mereka untuk rekaman, para personel Seventeen kerab mengisi acara di kafe-kafe. "Ada produser yang menawari rekaman, saya senang mendengarnya waktu itu," katanya.


Seiring berjalannya waktu, grup band ini mulai serius terjun ke dunia musik. Setahun setelah berdirinya Seventeen, Doni Saputra bergabung menjadi vokalisnya. Pada 2003, merupakan awal album mereka dirilis, dengan nama 'Bintang Terpilih'. Kemudian 2 tahun berselang, kembali mengeluarkan albumnya Sweet Seventeen.


Album-album lain yang berhasil dikeluarkan oleh mereka, yakni Lelaki Hebat, Dunia yang Indah, dan Sang Juara. Band ini juga sempat mengalami beberapa kali pergantian personel. Pada 2008, Doni, Zulianto atau Zozo, dan Andi sempat memutuskan keluar. Reifian Fajarsyah atau Ifan kemudian masuk menggantikan posisi Doni di vokalis.


Andi di posisi drummer kembali bergabung sebelum rilis album Dunia yang Indah pada 2011. Pada 2013, Yudhi yang merupakan salah seorang pendirinya memilih untuk keluar. "Anak saya sempat ada keinginan untuk keluar, karena 2 personel lainnya ke dunia politik," lanjut Fajar.


Apa yang dialami Seventeen, imbuhnya menjadi korban tsunami pantai di sekitar Selat Sunda merupakan suatu musibah. "Ini puncak karier anak saya," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore