
Diorama Museum Pengkhianatan PKI
JawaPos.com - Peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September - Partai Komunis Indonesia) menjadi catatan sejarah yang akan selalu membekas untuk kebangkitan bangsa Indonesia. Sebab, di penghujung September terjadi peristiwa yang sungguh mencekam.
Untuk dapat menerima informasi yang lengkap dengan penggambaran visualnya, Museum Pengkhianatan PKI, Cipayung, Jakarta Timur menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi. Museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992.
Sesuai dengan sejarahnya, peristiwa menyeramkan itu menjadi saksi adanya pembunuhan para perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) Indonesia, pada 30 September sampai 1 Oktober 1965.
"Sekarang yang ada museum itu hanya yang berhubungan dengan G30SPKI mulai dari persiapan-persiapan, pelatihan sampai penculikan-penculikan," jelas pengelola Museum, Arifin di lokasi, Sabtu (22/9).
Sebagai informasi, Museum Pengkhianatan PKI masih termasuk kompleks Museum Lubang Buaya. Para pengunjung akan disuguhkan dengan diorama-diorama yang ditampilkan beserta suara-suara pendukung.
"Kami tambahkan televisi semacam layar digital untuk penjelasan singkat tentang gambar-gambar di diorama. Gunanya memudahkan saja, tapi feelnya pasti lebih dapat kalau melihat langsung dioramanya," kata Arifin.
Ada sekitar 34 diorama dalam museum ini, museum terlihat cukup terawat dan terlihat bersih. Diorama pun dilengkapi dengan pencahayaan lampu untuk menambahkan dan menggambarkan suasana. Dalam diorama terdapat kegiatan-kegiatan yang menunjukkan aksi sepihak PKI untuk menguasai Indonesia dan mengganti ideologi Pancasila dengan paham komunis.
Momen yang paling berkesan saat pengunjung melihat Peristiwa Tiga Daerah yang memperlihatkan upaya kelompok komunis bawah tanah yang menyusupi ormas dan gerakan pemuda dan merebut kekuasaan pemerintah di Tegal, Brebes, dan Pekalongan.
Tidak hanya itu, diorama lain menggambarkan peristiwa lain terkait G30S/PKI. Misalnya, diorama rapat persiapan pemberontakan PKI, latihan sukarelawan PKI di Lubang Buaya pada 5 Juli hingga 30 September 1965, penculikan Letjen TNI A Yani, penganiayaan di Lubang Buaya yang terjadi pada 1 Oktober 1965. Serta, pengamanan Halim Perdanakusuma pada 2 Oktober, pengangkatan jenazah korban PKI pada 4 Oktober.
Tidak hanya diorama, pihak museum pun memiliki koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan G30S/PKI. Seperti foto-foto anggota pemberontakan PKI, foto keluarga atau pribadi pahlawan. Serta dokumentasi dan pemberitaan pengangkatan ke-7 jenazah petinggi TNI.
"Yang paling dekat dengan pintu masuk sebenarnya ada pakaian dan bekas darah dari para pahlawan yang kita abadikan di Ruang Relik. Diharapkan agar pengunjung juga tidak sembarangan dalam melihat-lihat koleksi kami," pungkas Arifin.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
