JawaPos Radar

4 Orang Meninggal Akibat Karhutla di Kalbar

22/08/2018, 14:54 WIB | Editor: Ilham Safutra
4 Orang Meninggal Akibat Karhutla di Kalbar
Warga berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan mereka. (Joko Hardyono/Radar Sampit/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Empat orang warga Kalimantan Barat (Kalbar) meninggal dunia. Mereka menjadi korban akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah itu merupakan data per Selasa (21/8).

Menurut Kabidhumas Polda Kalbar Kombespol Nanang Purnomo, peristiwa itu terjadi karena warga membersihkan lahan dengan cara membakar. Korban meninggal tidak lain adalah petani yang membakar lahan tersebut.

Mereka terjebak dalam kepungan api yang dibuat untuk membersihkan lahan. Karena asap pekat yang terhirup, mereka pingsan dan akhirnya tidak bisa menyelamatkan diri. "Ada empat orang yang menjadi korban meninggal," jelas Nanang.

4 Orang Meninggal Akibat Karhutla di Kalbar
Petugas memadamkan kobaran api yang membakar lahan mereka. (Fahri Ilhami Samosir/Radar Sampit/Jawa Pos Group)

Dia menambahkan, beberapa hektare lahan terbakar. Namun, saat ini petugas polda yang tergabung dalam Satgas Karhutla telah memadamkan api yang membakar lahan tersebut. "Kami memanfaatkan embung-embung dan tanggul yang telah dibuat jauh-jauh hari sehingga pemadaman bisa lebih cepat," ujarnya. Meski demikian, tidak berarti kebakaran itu usai.

Sementara itu, berdasar data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang memantau titik panas di Indonesia, per 20 Agustus pukul 16.00 WIB masih banyak titik panas di wilayah Kalbar. Jika merujuk peta hasil pengindraan jauh dari Kedeputian Pengindraan Jauh Lapan, kebanyakan titik panas berwarna kuning. Artinya, tingkat kepercayaan titik panas 30-79 persen.

Meski begitu, tidak sedikit pula titik panas yang berwarna merah. Artinya, tingkat kepercayaannya lebih dari 80 persen. Kepala Lapan Thomas Djamaluddin me nuturkan, titik panas yang berwarna merah mengindikasikan adanya kebakaran hutan atau lahan. "Sehingga perlu segera ditanggulangi," katanya. Semen tara itu, titik panas yang berwarna kuning berarti perlu diwaspadai karena bisa menjadi kebakaran.

Thomas mengatakan, data pengindraan jauh dari Lapan berfungsi untuk penanggulangan karhutla. Dia menegaskan, untuk titik merah, penang gulangan harus segera dilakukan. Sedangkan titik kuning dan hijau adalah koordinat untuk upaya pencegahan. Dia berharap, melalui upaya tanggap darurat kabut asap yang tepat, potensi meluasnya kebakaran hutan bisa ditekan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sebelumnya satu orang meninggal gara-gara kejadian serupa. Karena itu, instansinya bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemda setempat berupaya memadamkan api. "Kami melihat, sudah lebih dari seminggu jumlah hot spot, titik panas, dan karhutla di Kalbar meningkat," ungkap Sutopo.

Di samping kebiasaan warga membakar lahan dan hutan, cuaca di Kalbar memang tengah kemarau. Sudah lama tidak turun hujan. Lahan dan hutan kering. Karena itu, ketika lahan dibakar, api merambat dengan cepat. 

(far/idr/syn/wan/c11/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up