JawaPos Radar

Atasi Karhutla, Panglima TNI: Kami Serang Lewat Udara dan Darat

25/07/2018, 07:37 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Atasi Karhutla, Panglima TNI: Kami Serang Lewat Udara dan Darat
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto berkomitmen agar tidak ada asap lagi saat perhelatan pelaksanaan Asian Games pada Agustus mendatang. Jangankan api menyala, panas saja pihaknya akan langsung padamkan dengan metodelogi saat ini.

Hadi pun memberikan jaminan Asian Games nanti tidak ada asap lagi. "Kami akan melakukan serangan dari udara dan darat," kata Panglima saat ditemui usai rapat koordinasi penanggulangan Karhutla di BPBD Sumsel, Selasa (24/7).

Ia mengaku serangan udara yaitu melakukan waterboombing serta TMC sebagai penanggulangan awal. Sedangkan untuk serangan darat pihaknya mengandalkan kekuatan dari TNI dan Polri.

Tahap awal ini, dirinya meminta agar setiap petugas memiliki data dan kemudian dicek di lapangan serta harus memiliki alat ukur kebasahan, jangan sampai tingkat kebasahan kuning. Jadi, sebelum kuning harus dipadamkan.

"Untuk peralatan akan dikoordinasikan dengan perusahaan yang memiliki alat ukur dan lain sebagainya," terangnya.

Sejauh ini, untuk petugas darat belum ada bantuan dari pusat. Namun, jika memang dibutuhkan maka akan diterjunkan lagi. Menurutnya, perlu ada kalkulasi kekuatan yang dibutuhkan sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat.

Meski begitu, dirinya melihat personel di Sumsel sendiri sudah memenuhi dan tidak perlu adanya bantuan. "Tapi, kami tetap meminta danrem untuk menghitung kembali, baik petugasn maupun sarana yang dibutuhkan. Karena, saya tidak ingin terjadi lagi kondisi karhutla," ujarnya.

Saat ini, untuk memantau kondisi titik panas pihaknya menggunakan satelit dari BMKG. Nantinya, akurasi akan disandingkan dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, 99 persen kondisi kebakaran berdasarkan ulah manusia. Namun, saat ini masih harus dikejar.

Pihaknya akan melakukan operasi pagar betis. Jadi kalau ketahuan maka akan langsung diproses. "Saya juga berterima kasih kepada Danrem karena sudah bersiaga bahkan 24 jam untuk mencegah terjadinya karhutla," ucapnya.

Ia mengaku perhelatan Asian Games merupakan harga diri bangsa. Karena itu, Panglima TNI dan Kapolri langsung turun tangan karena kekuatan terbesar ada di instansi tersebut. Ia berharap dengan dukungan semua pihak termasuk satgas doa sehingga tidak terjadi karhutla

"Sejauh ini memang titik panas sudah menurun tapi tidak boleh lengah sehingga Asian Games bisa berjalan dengan baik seluruh peserta menjalankan aktifitas tanpa asap," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up