Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Agustus 2018 | 05.09 WIB

Latihan, Sejumlah Atlet Renang Malang Diduga Keracunan Kaporit

KORBAN: Plt Wali Kota Malang, Sutiaji (paling kiri) saat menjenguk salah satu atlet renang yang menjadi korban keracunan diduga akibat kaporit. - Image

KORBAN: Plt Wali Kota Malang, Sutiaji (paling kiri) saat menjenguk salah satu atlet renang yang menjadi korban keracunan diduga akibat kaporit.

JawaPos.com - Sejumlah atlet renang di Kota Malang mengalami keracunan usai latihan renang di kolam renang Stadion Gajayana, Malang, Selasa (21/8). Diduga para atlet tersebut keracunan kaporit (zat untuk membunuh bakteri-bakteri dalam air dan juga menjernihkan air).


Salah satu atlet renang yang juga menjadi korban, Izzy Dwifaiva, 13, mengatakan, ini merupakan kali kedua dirinya menjadi korban keracunan kaporit. Sebelumnya, pada Minggu (19/8) lalu, dia beserta ketiga atlet renang lainnnya juga mengalami hal serupa. Dia menyampaikan, karena keracunan kaporit tersebut, dirinya sampai pingsan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Tangkuban Prahu.


Izzy menceritakan, pada saat itu dia melakukan latihan renang seperti biasanya. Saat itu dirinya mengetahui jika ada petugas kolam renang menuangkan kaporit dengan jumlah yang banyak ke salah satu sisi kolam renang. Menurut pengakuannya, kaporit tersebut dituangkan tanpa dicampur air terlebih dahulu.


"Kaporit (sebanyak) satu gentong langsung dituangin, tidak dicampur air," ujarnya pada JawaPos.com, Selasa (21/8) petang. Padahal, lanjut dia, pada Sabtu (18/8) lalu dirinya juga berenang di kolam tersebut, namun tidak terjadi apa-apa. Justru peristiwa terjadi pada Minggu (19/8) sore.


Atlet renang lain yang juga menjadi korban, Sonya Angelica Kawilarang, 20, mengatakan, pada saat itu dirinya merasakan pusing, bahkan sempat mimisan. "Akhirnya saya naik ke atas (kolam renang). Pas di kolam renang sudah batuk-batuk. Akhirnya sama pelatih disuruh istirahat dan nggak boleh maksa," terangnya.


Setelah duduk beberapa saat  di pinggir kolam, dia pun pingsan. "Habis itu saya tidak tahu. Tiba-tiba sudah di rumah sakit," kata dia.


Sonya mengaku, baru kali ini keracunan kaporit di kolam renang tersebut. Padahal, dia sudah terbiasa berenang di sana. "Baru kali ini," kata dia.


Sementara itu, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya baru saja melakukan pengecekan ke kolam tersebut pada siang harinya. Dia menyampaikan, setelah cek di lapangan, kaporit memang diberikan pada hari Jumat (17/8), bahkan Kamis (16/8) sore.


"Jumat tidak dipakai karena libur, dan Sabtu pagi katanya dipakai. Sore juga dipakai dan tidak ada korban. Itu informasi yang saya dapat dari pihak pengelola," terangnya. Pada Minggu (19/8) pagi pun kolam tersebut juga dipakai. Kemudian pada sore harinya terjadi peristiwa tersebut. Setidaknya ada empat atlet yang menjadi korban.
 
"Saya sudah buat pernyataan, ini nanti akan kami benahi. Baik yang debit air, mesin sirkulasi akan dibenahi," kata dia.


Namun sayangnya, peristiwa tersebut kembali terjadi pada Selasa (21/8) sore. “Tiba-tiba sore ada kejadian lagi. Yang satunya sudah pernah kena, kemarin pingsan, sekarang pingsan lagi," lanjutnya.


Sutiaji mengatakan, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, pihaknya pun meminta maaf kepada pihak keluarga. "Kami tidak menginginkan semua ini terjadi," ucapnya. Nantinya, lanjut Sutiaji, sementara akan dilakukan pengosongan pada kolam renang tersebut.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore