
Ilustrasi gajah masuk kebun warga
JawaPos.com - Segerombolan gajah liar kembali memasuki kebun warga di Desa Maharani, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Hal itu sudah terjadi sekitar 2 hari. Kawanan gajah itu memakan tanaman di kebun warga.
Pawang Gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Riau, Widodo mengatakan, pihaknya mengetahui hal itu, Senin malam (19/2). "Dapat informasi sudah dua hari gajahnya di sana. Ada sekitar 11 ekor gajah. Mereka memakan tanaman kelapa hybrida, pisang dan ubi milik warga, ungkapnya, Selasa (19/2).
Kini, ada sekitar 5 personel dari PLG Minas yang sudah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan. "Saat ini baru dilakukan penghalauan dengan manual. Dari pawang gajah lalu menggunakan petasan," sebutnya.
Biasanya, gajah akan muncul pada malam hari hingga subuh. Saat itu, petugas akan menghidupkan petasan lalu menggiring gajah untuk kembali ke habitatnya. Gajah-gajah ini, akan digiring ke taman hutan raya (tahura) yang lokasinya tak jauh dari lokasi gajah saat ini.
"Jika nanti tidak juga bisa menggunakan cara manual, maka akan digiring dengan menggunakan gajah jinak. Sekarang di PLG ada sekitar 17 gajah jinak," ucapnya.
Namun, upaya penggiringan dengan menggunakan gajah jinak adalah cara terakhir. Biasanya, gajah-gajah yang memang hampir tiap bulan memasuki kebun warga ini, akan berhasil dihalau menggunakan petasan.
Sementara itu, pemilik kebun bernama M Nababan, 59, mengatakan, dirinya mengetahui bahwa kebunnya telah dirusak gerombolan gajah dari Nono Penjaga Kebunnya. Nono melaporkan soal kerusakan tersebut pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Setelah saya cek, isi kebun saya kepala Hibryda telah habis dimakan," ungkapnya.
Meski terpantau oleh Nono, namun ia tak berani keluar dari pondok. Nono memilih untuk berdiam diri sambil melihat gajah itu berdatangan. "Malam itu, saat kawanan gajah datang. Nono tidak berani keluar, hanya melihat dari kejauhan,"kata dia.
Dari penuturan Nono, jumlah kawanan gajah yang masuk ke kebunnya berjumlah sekitar 13 ekor. Selanjutnya, setelah kenyang kawanan gajah itu langsung pergi. Seingat M Nababan, kawanan gajah itu datang ke kebunnya sebanyak tiga kali.
Waktunya terhitung sejak tahun 2017 dan tahun 2018 serta terakhir pada Senin (18/2) tengah malam. "Seingat saya, kawanan gajah itu sudah tiga kali mendatangi kebun saya. Kalau di kebun sebelah, tahun 2018 ini, datang lima kali," bebernya.
Kedatangan pertama, pada 31 juli 2017. Di mana gajah liar merusakan sekitar 90 batang sawitnya, kemudian pada 10 Agustus 2018 ada 40 batang kelapa yang besar dirusak.
Kedepannya, M Nababan berharap, agar pihak terkait dapat membantu pihaknya. Meski, ia sadar bahwa lahannya merupakan letak perlintasan gajah tersebut. "Harapan saya, semoga pihak terkait dapat membantu. Agar menyediakan atau memindahkan kawanan gajah tersebut. Kalau tidak, bisa tak makan saya dan keluarga," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022