JawaPos Radar | Iklan Jitu

Warga Rela Patungan Rp 1,5 Juta Pasang Bendera Negara Asian Games 2018

18 Juli 2018, 20:32:02 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Warga Rela Patungan Rp 1,5 Juta Pasang Bendera Negara Asian Games 2018
Warga Penjaringan, Jakarta Utara bergotong royong mendirikan bendera negara-negara Peserta Asian Games 2018. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menuturkan pemasangan bendera negara peserta Asian Games 2018 bertiangkan bambu merupakan inisiatif masyarakat setempat.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu warga yang menginisiasi pemasangan tersebut, Thamran. Dirinya mengaku awalnya hanya iseng ada ide untuk memasang bendera di kawasan Emporium Pluit Mall, lalu mengajak warga setempat untuk berpartisipasi.

"Sebenarnya awalnya ada ide saya masang bendera, Tapi bingung sempat karena duit dari mana, jadi memang akhirnya patungan tetapi kami bilang kalau ada yang mau bantu silakan," katanya kepada JawaPos.com saat ditemui di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (18/7).

Warga Rela Patungan Rp 1,5 Juta Pasang Bendera Negara Asian Games 2018
Warga Penjaringan, Jakarta Utara bergotong royong mendirikan bendera negara-negara Peserta Asian Games 2018. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)

Thamran menyampaikan dari hasil uang patungannya bersama warga Penjaringan, Muara Baru, RW 17, terkumpulah Rp 1,5 juta. Bahkan, Thamran mengatakan besok akan ditambahkan lagi bendera-bendera yang belum terpasang.

"Rp 1,5 juta, tapi kan itu dari uang saya dan dibantu juga dari yang lain. 29 bendera baru terpasang tapi belum yang lain, rencananya besok pagi kami tambahkan," jelasnya.

Menurutnya semua izin telah dikantongi dari pemerintah daerah setempat, dengan pesan tidak menggangu lalu lintas. Thamran dan teman-temannya memasang bendera sejak Minggu (15/7).

Thamran mengakui, bendera-bendera itu dibeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Sedangkan, batang-batang bambu dibeli di sekitar wilayah Jakarta Utara. "Saya beli satu bambu itu Rp 55 ribu, tetapi ukurannya yang besar, kemudian bambunya saya belah-belah," tandasnya.

Lurah Penjaringan, Depika Rohmadi pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ini murni inisiatif dari masyarakat sehingga terjadilah pemasangan bendera itu.

"Saya mengizinkan selama tidak menggangu masyarakat dan lalu lintas, ya silakan pasang saja. Ya semua sudah diklarifikasi ini dari masyarakat bukan dari Pemda. Kita memang belum masuk dalam menghias dari Pemerintah," ujar Depika saat dihubungi JawaPos.com.

Depika melihat inisiatif masyarakat dalam memeriahkan Asian Games 2018 tidak bisa dilarang. Pasalnya, dirinya memegang imbauan dari Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung segala aksi yang menyemarakkan Asian Games.

"Karena masih kosong ya kita nggak bisa melarang. Sebab ada himbauan untuk mendukung dan memeriahkan Asian Games, masa iya kita menyuruh warga menurunkan, nggak diapresiasi malah ditolak-tolak," tegasnya.

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up