
Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata. Evarianus Supar/Antara
JawaPos.com–Teror penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Tembagapura, selama ini terjadi di luar kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia. Sehingga, tidak sampai mengganggu atau menghentikan aktivitas produksi.
Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata mengatakan, pengamanan di wilayah Tembagapura kini terus diperkuat. Masing-masing satuan tugas (satgas) memiliki peran dan tugas sendiri-sendiri, namun tetap selalu berkoordinasi. Khusus untuk pengamanan kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia ditangani secara khusus oleh Satgas Amole. Disamping itu, masih ada satgas lain, seperti Satgas Nemangkawi dan lainnya yang bertugas khusus untuk melakukan penegakan hukum terhadap KKB.
”Kami juga dari kewilayahan terus memberikan dukungan agar KKB tidak sampai mengganggu objek vital nasional PT Freeport Indonesia. Saya bersama Pak Dandim 1710 Mimika Letkol Infanteri Pio L. Nainggolan dan pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang turun dari Tembagapura ke Timika,” jelas Era Adhinata seperti dilansir dari Antara pada Rabu (18/3).
Era Adhinata menjelaskan, lokasi penembakan oleh KKB selama ini, kerap terjadi di kawasan bekas Kampung Utikini. Pada Minggu (15/3), terjadi kontak senjata antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KKB di kawasan Wini, Tembagapura, mengakibatkan empat anggota KKB tewas dan dua lainnya terluka. Aparat juga mengamankan beberapa pucuk senjata api dan senjata tajam seperti busur dan anak panah serta parang. Lokasi itu diketahui merupakan markas KKB pimpinan Seltius Waker.
”Dulu sebelum kasus penyanderaan warga pada Oktober 2017, Seltius Waker merupakan salah satu pimpinan KKB Tembagapura. Saat kami melakukan penegakkan hukum, mereka kabur ke Ilaga dan kemudian mengajak teman-temannya dari Ilaga untuk kembali menguasai tempat itu,” ujar Era Adhinata.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan, operasional perusahaannya tetap normal, meski terjadi sejumlah kasus teror penembakan oleh KKB di sekitar Kota Tembagapura. Wilayah operasi pertambangan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika sesuai izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang diterbitkan Pemerintah Indonesia seluas 9.946 hektare dari sebelumnya seluas 10.000 hektare.
”Dulu saat berlaku rezim kontrak karya wilayah operasi PT Freeport Indonesia seluas 2,6 juta hektare, tapi itu merupakan wilayah survei, bukan wilayah tambang. Kalau wilayah tambang dari dulu hanya 10.000 hektare,” jelas Tony.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=jXRj19f_o2s
https://www.youtube.com/watch?v=o9i2JOrOeYg
https://www.youtube.com/watch?v=AUhI0uYyc2g

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
