Kepala Humas Satgas Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo. (dok. Satgas Damai Cartenz)
JawaPos.com - Operasi penegakan hukum terhadap Dulla Aibon Kogoya pada Minggu (1/3) berujung kontak tembak. Personel gabungan TNI-Polri berhasil menduduki markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Di lokasi tersebut, mereka menemukan ratusan butir amunisi berbagai kaliber.
Satuan Tugas (Satgas) Koops TNI Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz terlibat secara langsung. Mereka mengejar Dulla Aibon Kogoya yang mengaku-ngaku sebagai panglima Kodap III. Melalui kontak tembak, pasukan TNI-Polri berhasil memukul mundur KKB.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa langkah penindakan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat. Upaya penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan KKB.
”Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas,” ungkap dia pada Senin (2/3).
Berdasar hasil penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi senjata api berbagai kaliber. Baik untuk senjata api laras panjang maupun pendek. Selain itu, ditemukan sepuluh magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
”Turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky serta uang tunai sebesar Rp 79,9 juta,” jelasnya.
Temuan lain di lokasi tersebut adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan KKB. Satu diantaranya diduga milik anggota Brimob Batalyon C yang gugur setelah diserang oleh KKB pada tahun lalu. Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan.
”TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi. Sampai saat ini aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri.
”Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” tegasnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
