
Sejumlah ibu-ibu berkostum hamil pengantar hasil bumi menaiki mobil bak terbuka.
JawaPos.com - Suka cita menyelimuti segenap warga Kota Semarang yang merayakan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia. Kegembiraan ditumpahkan melalui berbagai acara, macam acara kesenian, lomba, maupun karnaval seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Kedungjangan, Kelurahan Purwosari, Mijen, Jumat (17/8) sore.
Matahari mulai turun, masyarakat perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal mulai menunjukkan antusiasmenya. Tepat bendera tanda dimulai diangkat, mobil-mobil bak terbuka pengangkut warga tadi mulai jalan beriringan berkeliling desa.
Rute yang diambil, yakni dimulai dari lapangan kuda Kelurahan Purwosari, melewati Jalan Raya Mijen, ke arah perempatan Cangkiran, lalu Polaman dan balik lagi ke kampung mereka.
Mereka yang ikut, terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Kesemuanya adalah warga dari lima RT di RW 03 Kelurahan Purwosari. Tema yang diangkat oleh masing-masing RT pun beragam, ada yang kartun, ibu-ibu hamil pembawa hasil bumi, hingga horror.
Ponijan Ketua RT III, mengatakan, ia dan warganya tak sekedar memilih tema ibu-ibu membawa hasil bumi. Pemilihan ini disesuaikan dengan datangnya musim panen di daerahnya. "Karena kebetulan kita lagi panen musim ini, kita wujudkan sebagai tanda terima kasih. Itu ada gunungan juga," katanya saat ditemui di Lapangan Kuda Purwosari, Semarang.
Terpisah, Afan Mufti dari RT 02, mengungkapkan alasan mengenai ia dan warga satu wilayah dengannya mengenakan kostum hantu. Menurutnya, ide muncul secara spontan dan dinilai dapat memeriahkan acara.
"Ini pakai kostum dari bahan seadanya, kostum saya hantu tanduk merah. Walau ini cuma pakai besek dan sterefoam, yang penting senang karena ini meriah sekali," kata pemuda berusia 15 tahun ini.
Sementara, nampak juga dalam pawai rombongan lainnya yang mengenakan kostum-kostum hasil kreatifitas mereka sendiri. Ada tokoh pewayangan, kartun, macam Spongebob Squarepants, namun tak sedikit pula yang terlihat memakai pakaian ala kadarnya. Yang jelas, teriakan 'Merdeka' selalu terdengar nyaring sepanjang prosesi karnaval ini.
Junaidi, Lurah Purwosari mengatakan, karnaval ini merupakan yang kesekian kalinya. Namun ia berujar, tahun ini menjadi yang paling meriah. "Arak-arakan Agustusan ini bertepatan dengan acara Merti Dusun atau tradisi memberi terimakasih kepada bumi, kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Atas pertanian kita yang sehat dan berguna bagi masyarakat," imbuhnya.
Ia mengatakan, tumpeng yang tadi sempat diarak keliling kampung tersebut, mewakili hasil bumi termaksud. Di dalamnya, ada komoditas unggulan pertanian Kelurahan Purwosari, seperti durian, singkong, dan jagung. "Yang jelas, beras pasti ada. Kita panen sekian ton untuk musim ini. Jenisnya IR dan Cisadani. Varietas tahan hama initinya. Tumpengnya nanti dibawa ke Dusun Kedungjangan lagi dan dibagi-bagi," terangnya lagi.
Tak lupa, ia sebutkan bahwa tema yang diambil pada acara Merti Dusun kali ini adalah Napak Tilas Sunan Kalijaga. Yang menurutnya, salah satu dari anggota Wali Songo itu mengambil potongan kayu pohon jati di Jatiombo, wilayah Kelurahan Purwosari, saat membangun Masjid Agung Demak dulu. "Oleh karenanya tadi kan salah satu pawainya ada yang pakai replika kayu besar sekali di atas pickup," katanya.
Kemeriahan acara ini, lanjut Junaedi, masih akan berlangsung hingga besok, Sabtu (18/8) malam. Dimana selepas ini rencananya akan digelar acara dangdutan dan ditutup dengan pentas wayang kulit. "Persiapan kami dari enam bulan sebelumnya. Kecuali acara wayang, semua dana swadaya masyarakat dan totalnya Rp 86 juta," cetusnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
