Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Januari 2021 | 06.24 WIB

Dua kecamatan di Tanah Laut Seakan Menghilang Disapu Banjir

Anggota Polres Tanah Laut bersama tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban banjir di Kecamatan Kurau. (ANTARA/Polrestanahlaut) - Image

Anggota Polres Tanah Laut bersama tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban banjir di Kecamatan Kurau. (ANTARA/Polrestanahlaut)

JawaPos.com–Dua kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, paling terdampak air pasang yaitu Kurau dan Bumi Makmur. Dua wilayah itu kini seakan menghilang disapu banjir dengan ketinggian hingga dua meter.

”Dua kecamatan ini paling membahayakan keselamatan warga sehingga kami lakukan evakuasi besar-besaran dalam tiga hari terakhir,” terang Bupati Tanah Laut Sukamta seperti dilansir dari Antara di Pelaihari, Sabtu (16/1).

Warga diungsikan ke beberapa desa di Kecamatan Tambang Ulang yang sudah didirikan posko pengungsian dan dapur umum. Sebagian juga ditempatkan di Kecamatan Pelaihari.

Menurut Sukamta, banjir awal tahun ini merupakan terbesar selama sejarah 34 tahun dia tinggal di kabupaten berjuluk Bumi Tuntung Pandang. Hingga saat ini, hanya tiga kecamatan yang relatif aman dari banjir meski juga terjadi kenaikan debit air. Yakni Kecamatan Batu Ampar, Jorong, dan Kintap. Delapan kecamatan lain, semua terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi yaitu Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Bumi Makmur, Pelaihari, Panyipatan, Takisung, dan Bajuin.

"Total ada sekitar 4.000 rumah terdampak dengan 13.000 jiwa diungsikan. Sebagian masih ada yang bertahan di rumahnya namun tetap kita imbau agar mau dievakuasi jika kondisinya tidak memungkinkan lagi,” tutur Sukamta.

Tak hanya pemukiman penduduk, banjir kali ini juga memutus dua jembatan vital yang jadi akses warga yaitu jembatan di jalan nasional penghubung Kelurahan Angsau dan Kelurahan Pabahanan menuju Kota Pelaihari, ibu kota kabupaten; serta jembatan penghubung Kecamatan Kurau dan Takisung.

Putusnya jembatan di Takisung membuat dua desa terisolir yaitu Tabanio dan Pagatan Besar. Tim SAR gabungan berupaya segera menyelamatkan warga untuk dievakuasi.

Sukamta menyatakan, perlu langkah serius dari pemerintah daerah dibantu semua elemen baik TNI-Polri, Basarnas, dan unsur lainnya termasuk relawan yang bahu membahu dalam penanggulangan banjir saat ini.
”Fokus kami ada tiga, yakni rakyat harus selamat, rakyat tidak boleh kelaparan, dan rakyat harus sehat. Kami berterima kasih juga kepada Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan bantuan penanggulangan melalui Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hari ini (16/1),” terang Sukamta.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/5E56MyYdI9o

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore