
KUBAH BARU: Gunung Merapi di perbatasan Jateng DIJ masih terus bergejolak. Lava pijar kerap keluar dan terlihat jelas di malam hari dari kejauhan.
JawaPos.com - Hidup di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi cukup disadari oleh beberapa masyarakat di sana. Berada di zona merah ini, mereka pun terus meningkatkan kesiapsiagaannya untuk menghadapi ancaman bahaya dari gunung api aktif Waspada itu.
Ketua RT 3 Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Semi Rohmadi mengatakan, setiap malam selalu ada ronda yang dilakukan oleh warga. “Sudah tradisi sejak lama, tidak karena adanya aktivitas guguran ini saja,” katanya, saat ditemui di kediamannya, awal Januari 2019.
Mereka yang ronda, juga biasa didampingi oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Ketika terjadi aktivitas yang cukup signifikan, maka masyarakat bisa langsung diingatkan.
Untuk komunikasi antar warga, selama ini juga dibantu dengan alat berupa Handy Talky (HT). Untuk memudahkan koordinasi, mengantisipasi kendala tidak ada sinyal operator seluler.
Lanjut Semi, sejak ada aktivitas Merapi pada Mei 2018 hingga saat ini masyarakat juga telah terbiasa. Mendengar suara gemuruh guguran lava, maupun melihat lava pijar ketika malam hari. “Kalau dulu awal-awal sempat kaget. Dulu suaranya keras, sekarang gemuruh saja,” ucapnya.
Sama halnya dengan Semi, Dani Winarti, 29, warga Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo menambahkan, ketika sewaktu-waktu diminta untuk mengungsi juga ia siap. “Tempat pengungsian sudah siap juga,” kata pemilik sebuah warung di kawasan wisata Bukit Klangon, Desa Glagaharjo ini.
Skenario ketika akan mengungsi pun juga telah ada. Yakni menyelamatkan atau menjemput anak-anaknya terlebih dahulu, kemudian dibawa ke titik kumpul atau langsung ke pengungsian. “Anak saya sekolah. Biasanya juga sudah biasa diurusi pihak sekolah ketika akan mengungsi. Tapi saya memilih untuk menjemputnya dulu,” ucapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, DIJ, Joko Supriyanto mengatakan, sejak adanya aktivitas Merapi yang cukup signifkan pada Mei sampai Agustus 2018 lalu pihaknya telah menyiapkan logistik. Sedikitnya ada 600 masker yang didrop ke tiap Puskesmas, kantor Balai Desa, maupun tempat strategis lainnya.
“Kalau masker kami sudah siapkan 600 ribu. Dirop ke Puskesmas, dan desa-desa di seputaran Merapi. Semuanya di kasih, sejak ada letusan 2018 kami langsung beli banyak,” katanya, Sabtu (12/1).
Selain masker untuk antisipasi dampak hujan abu, berbagai upaya mitigasi dilakukan. Diantaranya pengecekan jalur-jalur evakuasi, maupun titik-titik pengungsian yang telah disiapkan. “Tempat pengungsian sudah ada, bahkan untuk hewan ternak juga ada tempat untuk mengungsi,” ucapnya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Biwara Yuswantana menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan 30 ribu masker yang siap diberikan untuk warga ketika terjadi hujan abu. “Tidak hanya masker, untuk logistik juga disiapkan terpal untuk mengantisipasi terjadi hujan. Bronjong juga kami siapkan. Kesiapan ini sudah sejak ada aktivitas letusan Merapi (awal 2018) lalu,” katanya.
Selain menyiapkan logistik, masyarakat juga terus diedukasi. Jangan sampai mudah terpancing dengan berita-berita yang tidak benar dan beredar. Supaya tidak menimbulkan kepanikan, terutama di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. “Masyarakat sudah semakin terkondisikan,” pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
