
Ilustrasi guguran lava Gunung Merapi.
JawaPos.com - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kian intens. Sepanjang pengamatan Sabtu (28/3), gunung api paling aktif di Indonesia ini tercatat mengalami ratusan kali kegempaan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya 148 kali gempa guguran dan 3 kali Awan Panas Guguran (APG) yang menyapu lereng gunung.
Dikutip dari Radar Jogja (JawaPos Group), status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang sewaktu-waktu bisa meningkat.
Berdasarkan data terbaru, guguran lava pijar teramati meluncur sebanyak 28 kali. Material vulkanik ini mengarah ke Kali Krasak, Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimal hingga 1.900 meter.
Tak hanya itu, awan panas juga meluncur sejauh 1.400 meter ke arah Kali Krasak dan Kali Boyong. Secara visual, puncak Merapi sempat tertutup kabut tipis hingga tebal dengan asap kawah berwarna putih yang membubung setinggi 150 meter.
Catatan Kegempaan dan Dinamika Magma
BPPTKG mencatat berbagai jenis gempa yang menunjukkan adanya suplai magma yang masih berlangsung di perut bumi Merapi. Berikut adalah rincian kegempaannya:
Kondisi cuaca di puncak dilaporkan berawan dengan suhu udara berkisar antara 18,7 hingga 23,7 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 99,6 persen.
Rekomendasi Bahaya dan Zona Larangan
Mengingat aktivitas yang masih tinggi, BPPTKG mengeluarkan sejumlah poin rekomendasi yang harus dipatuhi:
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022