JawaPos Radar

Polisi Masih Buru Ibu Kandung di Bandung

Tersangka Bertambah, Satu Lagi Bayi Usia 13 Hari Dijual di Instagram

15/10/2018, 17:16 WIB | Editor: Dida Tenola
Tersangka Bertambah, Satu Lagi Bayi Usia 13 Hari Dijual di Instagram
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan (tengah) menjelaskan kronologis tertangkapnya Mafazza. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Kasus penjualan bayi melalui Instagram belum berakhir. Polisi berhasil mengembangkan kasus itu dengan menangkap satu tersangka lain bernama Mafazza Nurwahyu, 24, warga Karah, Surabaya.

Mafazza ditangkap di rumah kosnya, Minggu (14/10). Tak hanya meringkus Mafazza, korps berseragam cokelat juga mengamankan bayi disertai surat pernyataan dan kuitansi pembelian bayi senilai Rp 2,7 juta. 

Saat dijual, bayi itu masih berusia 3 hari. Kini, bayi tersebut berumur 13 hari.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan mengatakan, polisi masih memburu ibu kandung bayi tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas lengkap sang ibu. Rudi menyebut, ibu yang tega menjual anaknya itu masih di Bandung.

"Masih kami dalami juga terkait peran si ibu, apakah dia terlibat langsung atau tidak. Saat ini korban kami amankan di yayasan di Surabaya. Karena usianya baru 1 mingguan," jelas Rudi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (15/10). 

Rudi menjelaskan, kasus tersebut berawal dari pertemuan Alton, pengelola akun Instagram @konsultasihatiprivate, dengan Mafazza di Sidoarjo. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum Alton tertangkap. Saat itu Mafazza ingin mengadopsi anak karena takut dicerai suaminya. 

Alton menyanggupi keinginan Mafazza. Lalu, Alton mencari ibu yang ingin menyerahkan anaknya melalui Instagram. Kemudian, Alton menemukan seorang ibu asal Bandung yang ingin menyerahkan anaknya untuk diadopsi. 

Alton pun berangkat ke Bandung untuk mengambil si bayi dari ibunya dengan bantuan seorang perantara bernama Yuvi. Setelah itu bayi diserahterimakan di Bandung kemudian dibawa ke Surabaya. "Kemudian, transaksi pembayaran itu terjadi (antara Mafazza dengan Alton)," tambah Rudi.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Agung Widoyoko menjelaskan, sebenarnya Mafazza membayar Rp 3,8 juta kepada Alton. Rinciannya, Rp 3,5 sebagai biaya persalinan yang diminta si ibu kandung. "Uangnya itu sudah ditransfer kepada ibu kandung si bayi oleh Alton. Nah, si ibu kandungnya ini nggak tahu saya. Lha wong ini masih dicari kok," kata Agung. 

Sedangkan, uang sebesar Rp 300 ribu, dibayar Mafazza sebagai biaya transport Alton ke Bandung dan kebutuhan perawatan si bayi. Ada juga biaya tambahan lain yang memang tidak tertulis pada kuitansi. 

Mafazza membenarkan nominal tersebut. Dia mengatakan, si ibu kandungnya sendiri yang meminta pergantian biaya persalinan sebesar Rp 3,5 juta. 

"Alasan kedua, memang saya ingin merawat anak. Karena saya sudah 2 tahun nggak punya anak. Suami saya tahu. Saya sudah bilang ke Mas Alton, apa pun yang terjadi, saya tetap ingin merawat bayi itu," aku Mafazza. 

Ditanya soal jumlah uang yang diterima setelah mentransfer Rp 3,5 juta kepada si ibu kandung, Alton malah mengaku tekor. Dia mengaku membiayai sendiri perjalanan ke Bandung untuk mengambil bayinya. 

Hal itu sengaja dilakukannya karena menganggap Mafazza lebih layak untuk diprioritaskan. Alton mengatakan, ingin membantu nasib pernikahan Mafazza yang akan diceraikan suaminya jika tidak segera memberi momongan. 

Namun, Alton mengaku belum sempat bertemu dengan suaminya. "Saya sama si ibu kandung sudah sepakat akan bertemu suaminya Mafazza. Nanti, soal surat-surat keterangan lahir dan kuitansi, saya kasih ke Mbak Mafazza," akunya.

(ce1/HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up