JawaPos Radar

Diduga Jemput Pelaku Pembacokan, Aparat Datangi Asrama Mahasiswa Papua

15/08/2018, 21:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Asrama Mahasiswa Papua
RAMAI: Suasana asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, yang didatangi petugas gabungan dari Polri dan TNI, Rabu (15/8) malam. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keributan yang terjadi antara elemen gabungan ormas dengan mahasiswa Papua, memaksa aparat turun tangan. Rabu (15/8) malam, pihak kepolisian mendatangi asrama mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Kalasan 10, Surabaya.

Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, sejumlah petugas gabungan Polri dan TNI tampak berjaga di sekitaran asrama tersebut. Mayoritas mereka mengenakan pakaian serba hitam dan memakai slayer.

Mereka datang sekitar pukul 19.30 WIB. Saat tiba di sana, pagar asrama dalam kondisi tertutup. Mereka sempat dilarang masuk oleh para mahasiswa. "Kemudian kami negosiasi biar bisa masuk ke dalam," ujar salah seorang petugas yang tidak ingin disebut namanya.

Kedatangan para petugas itu diduga untuk menjemput seorang mahasiswa yang diduga melakukan pembacokan kepada salah seorang anggota ormas. Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 21.15 WIB, petugas masih berada di dalam asrama. Tampak juga Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Wartawan sendiri hanya bisa mengambil gambar dari luar. "Mas, pindah agak ke sana. Jangan di depan ya," ujar salah seorang petugas yang berjaga di depan asrama.

Seperti diberitakan sebelumnya, keributan antara gabungan ormas dengan mahasiswa Papua dipicu karena tidak dikibarkannya bendera merah putih. Massa ormas hendak mensosialisasikan pemasangan bendera karena menjelang perayaan kemerdekaan RI. Pedoman mereka adalah instruksi Wali Kota Surabaya yang mengimbau untuk mengibarkan merah putih mulai 14 hingga 18 Agustus mendatang.

Namun kedatangan massa ormas itu membuat para penghuni asrama berusaha mempertahankan diri. Salah satu anggota ormas diduga terkena luka bacok oleh salah seorang mahasiswa. "Laporannya sudah masuk SPKT. Kami akan tindaklanjuti sambil meminta keterangan intel yang ada di lapangan," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (15/8) petang.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up