
Petugas menurunkan peti mati di TPU Keputih Surabaya. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan dapat dikategorikan sebagai outbreak. Yakni peningkatan kejadian penyakit yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu wilayah.
Menurut Dokter Spesialis Patologi Klinis, Dokter Penanggung Jawab Pasien RS Darurat Lapangan Indrapura (RSLI) Fauqa Arinil Aulia, saat ini pemerintah perlu mewaspadai tingginya angka kematian. ”Setelah outbreak dengan kasus yang meningkat drastis, diikuti angka kematian. Kenapa Bangkalan? Karena saat itu Bangkalan seperti hampir tenggelam. Waktu itu lockdown. Dalam sehari ada 3–4 nakes dan dokter yang meninggal,” jelas Fauqa Arinil Aulia pada Selasa (15/6).
Dari kasus Bangkalan, pihaknya kemudian menganalisis mengapa kasus langsung meningkat drastis? Pihaknya curiga bila ada outbreak, ada varian baru.
”Kecurigaannya diperkuat dengan CT Value di bawah 25. Kemudian RSUD Bangkalan lockdown. Ternyata CT Value sampai 3 koma sekian dan 5 koma sekian,” terang Fauqa Arinil Aulia.
CT Value merupakan istilah untuk menggambarkan jumlah partikel virus dalam tubuh pasien. Artinya, tingkat infeksius atau kemampuan seseorang dalam menularkan virus juga dapat dinilai. Makin tinggi nilai CT seseorang, makin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang dapat menginfeksi. Sebaliknya, makin rendah CT Value seseorang, pasien tersebut makin infeksius.
”Mungkin mereka merasa batuk pilek dan seterusnya. Kami nggak bisa menahan mobilitas warga. Penularannya sama,” ujar Fauqa Arinil Aulia.
Fauqa menjelaskan, terdapat 7 monitor atau tanda outbreak. Berdasar surat Kementerian Kesehatan, outbreak terjadi ketika virus menyebar secara luas dan cepat.
”Kemudian menjangkit komunitas yang sebelumnya tidak masuk kelompok rentan. Anak muda dan anak-anak juga harusnya nggak kena,” papar Fauqa Arinil Aulia.
Selain itu, vaksinasi tidak berpengaruh apapun. Ditambah dengan ada riwayat ke luar negeri. ”Replikasi virus juga masif dan infeksius. Dibuktikan dengan CT Value yang rendah. Kalau sebelumnya 33 ke atas, sekarang mayoritas 18 sampai 20,” kata Fauqa Arinil Aulia.
Untuk itu, menurut dia, kementerian kesehatan merekomendasikan pelaksanaan genome sequencing. Hal itu dilakukan untuk melihat varian virus baru.
Per Minggu (13/6), tercatat ada 539 kasus aktif di Bangkalan. Sebanyak 56 di antaranya adalah kasus baru. total 1.548 dinyatakan sembuh. Sedangkan 222 masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
