
Kondisi Sungai Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan.
JawaPos.com - Setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan membereskan sungai dan kali di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup pun memulai langkah penataan. Langkah awal dengan menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk mengatasi pencemaran di sungai, termasuk Kali Ciliwung.
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Ali Maulana Hakim menyebutkan draf perencanaan tersebut ditarget selesai pada bulan ini. "Saya kira bulan September ini harus selesai roadmapnya," ujar Ali di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).
Hal ini juga sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan Sungai Ciliwung seperti Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan. Ini merupakan tantangan sendiri bagi Anies untuk mewujudkan keinginan dari Jokwi tersebut.
Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni seperti membangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal di permukiman. Menurutnya, keberadaan IPAL sangat dibutuhkan dalam mengolah limbah yang selama ini dibuang ke 20 sungai .
Ada 20 sungai yang melintasi Jakarta yaitu Sungai Ciliwung, Cipinang, Angke, Mokevart, Grogol, Sunter, Krukut, Cengkareng, Buaran, Petukangan, Kali Baru, Banjir Kanal Timur, Cakung, Cideng, Mampang, Tarum Barat, Kamal, Pesanggrahan, Sungai Sepak, dan Blencong.
Ali menjelaskan IPAL komunal akan dibuat di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Seperti misalnya IPAL Komunal di pemukiman, maka Dinas LH meminta Dinas Perumahan membantu untuk membuat. "Kalau IPAL terkait PD PAL dan Dinas SDA (Sumber Daya Air). Itu mereka yang buat," tuturnya.
Namun, untuk membersihkan sungai yang melintasi Jakarta, Ali akan menelusuri penyebab dari kekeruhan air dan tingkat kelayakan air. Sehingga, menemukan akar permasalahan pihaknya akan fokus untuk menuntaskannya terlebih dahulu.
"Tapi kita lihat dulu penyebabnya. Ternyata penyebabnya itu ada dari grey water, ada black water. Grey water itu dari rumah tinggal, sementara black water itu dari usaha-usaha skala rumahan," ungkapnya.
Sebagai informasi, grey water adalah sisa air cucian, dapur, dan mandi. Grey water menyumbang 70 persen limbah di sungai. Sementara black water merupakan limbah tinja dan industri.
Sebelumnya, Anies telah menargetkan angka pencemaran berat bisa turun hingga 30 persen. Maka dari itu, Ali menyatakan Dinas LH akan terus berupaya menjaga tingkat pencemaran di sungai tidak naik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022