JawaPos Radar

Eksklusif

Pengakuan Orang Tua Terduga Teroris yang Ditangkap di Palangka Raya

Anak Saya Korban Cuci Otak

14/08/2018, 08:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
penangkapan teroris
Ilustrasi: orang tua terduga teroris yakini anaknya jadi korban cuci otak (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penangkapan pria berinisial Lu di Palangka Raya, Kalteng, mengejutkan banyak pihak. Apalagi dikaitkan dengan dugaan terorisme. Belum ada keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan Lu dengan aksi terorisme. Polda Kalteng hanya membantu Densus 88 Mabes mengamankan Lu.

Kalteng Pos (Jawa Pos Group) melakukan penelusuran tentang Lu dan keluarganya. Kabar ditangkapnya terduga teroris Lu ternyata sudah diterima ayahnya, Mu. Pria yang sudah berusia lanjut itu tinggal di Pangkoh IX Blok E, Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.

Mu mengaku sangat terkejut menerima kabar tentang anaknya tersebut. Dia hanya tertunduk pasrah melihat kenyataan yang dihadapi anaknya. Saat Kalteng Pos bertandang ke rumahnya, Mu tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Dia mengaku mengetahui anaknya mulai ada perubahan baru beberapa waktu terakhir.

penangkapan teroris
Ilustrasi: orang tua terduga teroris yakini anaknya jadi korban cuci otak (dok. JawaPos.com)

“Bahkan saya sering mengingatkan dan menegur kenapa rambutnya panjang. Dia menjawab itu merupakan sunah Rasul. Saya bilang, sunah ya sunah, apa harus panjang. Katanya kalau panjang bisa banyak rejeki,” tutur Mu, Senin (13/8) malam.

“Saya sudah sering mengingatkan. Adik-adiknya juga sering mengingatkan,” timpal dia.

Mu mengaku, dia mengingatkan ajaran Islam yang dianut anaknya menurut dia aneh.  "Saya ingatkan, jangan-jangan ajaran yang kamu anut dilarang pemerintah. Kalau saya ingatkan dia hanya menjawab dirinya memedomani Quran,” beber dia.

Namun, lanjut dia, hal itu dibantah Lu. “Yang saya anut hanya Alquran,” ujar Mu menirukan apa yang disampaikan Lu. Mu juga mengaku, Lu tidak pernah menyinggung soal teroris.

"Saya tanya sama istrinya apakah ada kegiatan lain di luar? Katanya tidak ada,” ungkapnya.

Saat pulang ke rumahnya, Mu mengaku Lu juga tidak pernah aneh-aneh. "Tidak pernah memengaruhi saya. Kalau salat ya salat dan biasa ke masjid. Menurut saya, Lu menjadi korban cuci otak. Saya tidak menyangka anak saya tersangkut kasus seperti ini,” kata dia.

Mu menambahkan, dirinya pun pernah menyampaikan kepada Lu untuk bergaya rambut panjang, tapi jangan sampai ikut-ikutan seperti berita-berita di televisi (berita tentang teroris, red). “Dia menjawab tidak,” ucapnya sambil menyeka mata.

Dia juga mengaku, ada yang mengatakan yang dianut Lu agama radikal dan dilarang pemerintah. "Saya jawab, masalah rambut panjang saja dibilangi orang tua tidak memperhatikan,” beber dia.

Bahkan, lanjut dia, terkait panjangnya rambut Lu, Mu pernah menegur apa tidak ditegur sama atasan. "Malah dia bilang akan mengajukan permohonan pensiun dini," katanya.

Mu juga mengungkapkan, saat pulang hari raya Idul Fitri, Lu juga membawa pipa yang dibentuk seperti senpi. "Ya dibunyikan menggunakan spirtus. Saya ingatkan tak usah main macam-macam," tandasnya.

Di mata Mu, Lu sebelumnya merupakan sosok yang ulet. Selain sebagai pegawai negeri sipil (PNS), untuk menambah penghasilan Lu juga pernah berjualan obat-obatan. "Ada perusahaan seperti ini saya tidak menyangka sama sekali,” tandasnya.

Sementara itu, seorang tetangganya, mengaku pernah debat soal agama. Sumber yang tidak disebutkan namanya itu menyebut, dirinya berdiskusi dengan Lu tentang agama sejak beberapa tahun lalu. Namun, dia mengaku masih sangat mengingat diskusi itu.

“Saya ngobrol malam sampai pukul 04.00 waktu itu,” kata sumber tersebut, Senin (13/8) sore.

Lu, ujarnya, ketika menjelaskan tentang apa yang dilakukan Amrozi dan Imam Samudra Cs termasuk jihad. “Amrozi, Imam Samudra, dan Santoso adalah suhada. Mereka berani menyatakan Islam yang sebenarnya,” katanya.

Sumber itu sempat bertanya kepada Lu, apakah berjihad seperti Amrozi Cs atau tidak. “Dia (Lu) mengaku untuk melakukan itu nanti ada pelajaran tersendiri dan ada orang-orang tertentu,” sambungnya.

Lu juga menyatakan di Indonesia banyak kafir. “Lu menyebut orang yang tidak sepaham dengan mereka adalah kafir dan darah orang kafir halal,” ungkapnya.

Sumber Kalteng Pos juga sempat menanyakan asal Lu dapat pemahaman ajaran seperti itu. “Dia tidak menjawab. Dia hanya mengatakan, nanti kalau mau dikasih buku untuk dipelajari,” beber dia.

Namun, tambah dia, kalau ingin tahu tentang agama yang dianut Lu, Lu memberikan gambaran negara kecil yang paling dimusuhi dunia itulah asalnya. Semua anak panah tertuju ke negara itu.

“Syria itu negara kecil mas. Kalau sekali bom saja selesai. Tapi atas pertolongan Allah negara itu tetap kukuh berdiri,” ujarnya menirukan yang disampaikan Lu.

Lu itu, imbuh dia, juga menyoroti pembentukkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. “Lu menilai pemerintah salah memusuhi pendakwah (dari golongan mereka),” tuturnya.

Sumber Kalteng Pos juga mengungkapkan, menurut Lu sistem demokrasi di Indonesia juga salah karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. “Bahkan Lu juga menyebut Islam adalah agama yang keras,” ungkapnya.

Diungkapkannya, sistem “dakwah” yang dilakukan Lu dengan memberi pemahaman melalui agama. “Pintu masuknya dari situ (pemberian pemahaman agama). Namun menurut saya pemahaman itu salah. Saya waktu itu tidak tertarik. Saya diskusi hanya untuk menggali dan untuk mengetahui,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan, dirinya sempat mendapati Lu membuat paralon yang dibuat seperti senapan api. “Saat dibunyikan saya terkejut karena suara ledakannya sangat nyaring,” tandasnya.

(iil/*/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up