JawaPos Radar

Pengakuan Ketua RT Usai Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kalsel

14/08/2018, 07:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengakuan Ketua RT Usai Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kalsel
Ilustrasi: Densus 88 ringkus terduga teroris di Palangka Raya. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Warga Gang Rukun, Jalan Rajawali, Palangka Raya geger. Mereka melihat anggota Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) dan Brimob Polda Kalteng bersenjata lengkap datang ke permukimannya. Kedatangan pasukan khusus itu menangkap menyerbu rumah pasutri berinisial Lu dan Li.

Meski sumber internal kepolisian tidak membantah Lu diamankan terkait dugaan aksi radikalisme alias terorisme, tetapi belum ada keterangan lebih terkait penangkapan itu. Yang jelas, penangkapan terduga aksi radikal berinisial Lu itu tidak diketahui Ketua RT 02 Bukit Tunggal, Toni. Sebab, tidak ada laporan yang masuk ke pihaknya soal ada penangkapan di rumah tersebut.

"Karena setahu saya keempat rumah tersebut dulunya orang Batak semua, dengan saudara Lu hingga saat ini, belum ada laporan ke kita,” ungkap Toni usai penangkapan Lu oleh Densus 88 Antiteror.

Di sisi lain, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, pihaknya tidak tahu persis perkara yang menjerat Lu hingga diangkut Densus 88 Antiteror. Dia mengaku Polres Palangka Raya hanya diminta Densus 88 untuk melakukan pendampingan yang akan melakukan penindakan terhadap Lu.

“Kami untuk saat ini hanya membantu teman kami dari Densus 88 untuk mengamankan saudara Lu. Karena kami selaku pemilik wilayah diminta bantu untuk mengamankan lokasi. Untuk barang yang diamankan, kami juga belum tahu dan nanti akan dicek terlebih dahulu,” ungkapnya kepada awak media, Senin (13/8) pukul 10.55 Wib.

Saat ramai kepolisian bersenjata lengkap di rumah yang di depannya banyak tanaman hidroponik dari paralon itu, anak dan istri Lu dijemput dari sekolah. Tetapi, hanya dimintai keterangan di depan rumahnya. “Untuk saat ini yang diamankan hanya suaminya saja,” ungkap AKBP Timbul RK Siregar.

Beberapa jam setelah Lu dibawa, sang istri, dan anaknya memilih di dalam rumah. Pintu tertutup rapat. Lantas beberapa jam kemudian, kerabat dekat Lu tak mau disebutkan namanya, mengunjungi istrinya, Li, sekitar pukul 17.15 WIB.

Dia mengakatan, istri yang bersangkutan kondisinya baik saja. Namun pihak keluarga tidak menyangka jika sang suami diamankan Densus 88. “Karena barang bukti yang diamankan oleh polisi pistol tembakan dari paralon, yang dari keterangan istri itu mainan anaknya,” ujarnya kepada awak media.

Banyak tetangga sekitar tidak mengetahui siapa nama pemilik rumah 03 yang saat ini ditempati Lu dan Li.

Ribka, penghuni rumah 04, tidak menaruh curiga terhadap tetangganya tersebut. Karena yang bersangkutan melakukan aktivitas seperti biasanya. “Untuk masalah nama hingga saat ini saya tidak mengetahui siapa nama orang tersebut. Karena sebelum-sebelumnya hanya bertegur sapa jika berpapasan,” ungkapnya.

(iil/*/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up