JawaPos Radar

Terduga Teroris yang Ditangkap di Palangka Raya Mantan Pegawai Rutan

Lu Diberhentikan Karena Disersi

14/08/2018, 08:03 WIB | Editor: Ilham Safutra
Terduga Teroris yang Ditangkap di Palangka Raya Mantan Pegawai Rutan
Ilustrasi: Anggota Densus 88 meringkus Lu, terduga teroris di Palangka Raya. Lu diketahui merupakan mantan ASN Kemenkumham Kalteng. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Lu, terduga teroris yang diringkus aparat Densus 88 Antiteror di Palangka Raya, Senin (13/8), diketahui mantan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Rutan Kelas II A Palangka Raya. Dia baru saja menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena disersi.

Ruli, tetangga Lu di Gang Rukun, Jalan Rajawali, Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya menuturkan, terduga teroris itu termasuk warga pendiam dan jarang berkomunikasi dengan warga. Yang bersangkutan terkenal rajin beribadah dan sering pergi ke musala.

"Jika berkomunikasi hanya jika saat berpapasan saja dan itu hanya tegur sapa saja, namun sebelumnya yang bersangkutan orangnya ramah dan berkomunikasi dengan baik,” jelasnya kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Senin (13/8).

Terduga Teroris yang Ditangkap di Palangka Raya Mantan Pegawai Rutan
Ilustrasi: sebelum ditangkap Densus 88, Lu merupakan ASN Kemenkumham yang bertugas di Rutan Palangka Raya. (Maulana/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)

Dia mengatakan, Lu bekerja di Rutan Kelas II A Palangka Raya. Namun, setengah tahun belakangan ini, Lu tidak kelihatan bekerja dan mengenakan seragam dinasnya. “Saya memang sempat menaruh curiga kepada yang bersangkutan, karena sifatnya yang tertutup belakangan ini dan rambutnya gondrong,” terangnya.

Terpisah, Kepala Divisi Pemasayarakat Kemenkumham Kalteng Anthonius Mathius A membenarkan status Lu yang pernah menjadi ASN di Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Akan tetapi saat penangkapan, status Lu sudah dinyatakan sebagai desertir alias diberhentikan dengan tidak hormat.

“Saya tadi sudah konfirmasi ke kapolres. Dia menyampaikan bahwa yang diamankan itu pegawai kami. Saya juga konfirmasi dengan Direktur Reskrim Polda, beliau juga menyampaikan bahwa pegawai kami," ungkap Anthonius Mathius A.

"Untuk penerapan pasal teroris masih belum bisa dilakukan karena masih pendalaman. Kami juga belum bisa bertemu,” sambungnya.

Dia menjelaskan, Lu sewaktu mengabdi di Rutan dikenal dengan sosok tertutup. Bahkan informasi dari teman-temannya yang ada di Rutan Palangka Raya, Lu susah diajak berkomunikasi. “Saya sempat menegur dia dua kali. Informasi dari teman-temannya, dia susah berkomunikasi sesama temannya,” kata dia.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng Yoseph menambahkan, Lu sudah bekerja di Rutan Palangka Raya sejak 2000. Saat itu dia masih berstatus sebagai CPNS. Dua tahun kemudian dia diangkat menjadi PNS. Ketika diberhentikan tidak dengan hormat pada 2017, pangkat terakhirnya III/B.

“Dia 17 tahun bekerja di Rutan Palangka Raya, tetapi sejak 2017 itu, memang sudah tidak aktif lagi. Sejak Juni-31 Juli 2017 tidak pernah masuk kerja. Berkisar hampir dua bulan,” jelas Yoseph di ruang kerjanya, Senin (13/8).

Dia menjelaskan, karena sudah tidak masuk kerja selama 2 bulan tanpa keterangan, Lu diusulkan untuk diberhentikan secara tidak hormat. Sebab, saat dipanggil untuk berita acara pemeriksaan menjelaskan kedisplinan masuk kerja, Lu tidak datang hingga dua kali.

“Yang bersangkutan memang tidak mau datang. Artinya ini pembangkangan secara aturan kepegawaian kami. Untuk itu, tim membuat kesimpulan. Atas peraturan kepegawaian yang bersangkutan dapat dijatuhi hukuman tingkat berat, dan diusulkan diberhentikan tidak hormat,” jelas Yoseph.

Yoseph mengungkapkan, sejak Maret 2018 usulan pemberhentian sudah diterima Kanwil Kemenkumham Kalteng. 11 Juli 2018 usulan pemberhentian secara tidak hormat Lu sudah disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kemenkumham.

“Pada Tanggal 11 Juli yang lalu. Hari ini sudah tanggal 13 Agustus, berarti sudah 1 bulan 2 hari, insepktur jenderal sudah menyetujui yang bersangkutan untuk dipecat. Jadi kami menunggu SK dari Kemenkumham untuk pemecatannya. Jadi statusnya sudah ASN Rutan Palangka Raya nonaktif. Bertugas hanya di rutan sebagai anggota regu jaga,” jelas dia.

Namun, sambung dia, berdasarkan kejelasan dari berita acara pemeriksaan, kinerja Ludiono sebelum tahun 2017 itu biasa saja. Tidak ada yang aneh. Namun belakangan sudah menunjukkan tidak cinta kepada almamater. Berpakaian atribut Kemenkumham punt tidak lagi. Bahkan rambut diperpanjang.

“Kalau status pegawainya tidak terkejut karena melanggar tidak masuk kerja. Hari ini kami mendapat berita seperti ini, kami kaget karena soerang ASN yang selalu mendapat pengarahan untuk berbakti kepada bangsa dan negara ternyata belakangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami merasa prihatin,” jelas dia.

Kepala Rutan Palangka Raya Akhmad Zainal Fikri, juga mengungkapkan Lu sudah lama tidak masuk kerja. “Dengan adanya laporan tersebut (bolos) saya kirim surat teguran, namun tidak digubris juga dan akhirnya saya kirim surat pemberhentian terhadap orang yang bersangkutan ke pusat,” terangnya, Senin (13/8) sekitar pukul 12.15 WIB.

Selama menjabat kurang lebih setahun di Rutan Palangka Raya, dirinya tidak pernah bertatap muka dan berkomunikasi secara langsung dengan Lu. Beberapa kali diberikan surat, yang bersangkutan tidak juga datang ke kantor menghadapnya.

Kepala Keamanan Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Oktario mengatakan sebagai rekan kerja tidak menaruh curiga. Karena dipecat, Lu tidak lagi tinggal di rumah dinas."Dulu komunikasi masih lancar saja. Namun ketika ia berhenti, semuanya jadi hilang kontak,” ucap Rio.

Lu sewaktu bekerja bertugas sebagai petugas penjagaan. Lu juga menjaga masjid dan posplot.

(iil/*/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up