
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 500 juta kepada Gilbert Ngenoh, pelari maraton asal Kenya
JawaPos.com - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya sukses menggelar Surabaya Marathon 2018. Pemkot pun akan mengevaluasi perhelatan olah raga berskala internasional tersebut.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, ada sejumlah aspek yang akan dievaluasi. Pertama, soal jumlah peserta yang akan ditambah tahun depan.
Risma tidak menyebut berapa perserta yang akan ditambah. Alasannya, perlu ada kesiapan, terutama dari aspek kepanitiaan. Mengingat, semakin banyak peserta, pengaturannya akan semakin berat.
"Kami lihat dahulu kesiapannya. Yang jelas, Surabaya Marathon terbuka untuk semua. Termasuk atlet. Karena tujuannya juga untuk mempromosikan Surabaya," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Minggu (12/8)
Yang kedua, pemkot Surabaya juga akan mengevaluasi sejumlah rute yang dilewati para pelari. Terutama, rute pada kategori full marathon yang melintasi kawasan Surabaya Barat.
Risma mengatakan rute yang melintasi Surabaya barat, agak kedodoran. Entah apa maksudnya, dia menyatakan akan meningkatkan kesiapan jalurnya.
"Karena memang jumlah kilometernya harus sesuai. Selain itu, jalur treknya harus lurus atau yang ideal pelari profesional," kata Risma.
Sementara itu, Ketua DPD APPBI Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengakui ada insiden dalam lomba marathon tersebut. Yakni, aksi senggolan yang terjadi antara pelari dan pengendara sepeda motor di jalan Mayjend Sungkono.
"Ya, memang ada insiden di situ. Tapi, pelari maupun pengendara sepeda motor tidak mengalami cedera yang serius. Hanya keram saja," kata Sutandi.
Atas insiden tersebut, dirinya menampik jika disebut kelalaian panitia dalam hal sterilisasi trek maraton. Menurutnya, hal itu dapat saja terjadi. Pihaknya, juga sudah memasang barikade.
Meski demikian, dia berjanji akan mengevaluasi di aspek savety. Sutandi akan menggandeng Satlantas Polrestabes Surabaya dan Dinas Perhubungan Surabaya pada proses evaluasinya.
"Terutama rute pada kategori full marathon. Karena, di kilometer 30 itu sepertinya cukup rawan dan harus kami perhatikan," tegasnya.
Sebagai informasi, insiden tabrakan itu sempat viral pada salah satu akun Instagram bernama @julianromadhon. Pada postingan di instagram, terlihat salah seorang pelari yang sedang adu jotos dengan seorang pengendara sepeda motor.
Belum diketahui pasti siapa nama dan asal dari negara mana pelari tersebut. Namun, menurut informasi yang beredar, insiden tersebut terjadi karena pengendara motor yang menerobos jalur marathon meski sudah dibarikade.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022