Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juni 2021 | 02.01 WIB

Kunjungi KEK Singhasari, AMSI Ditawari Bangun Klaster Media

Kunjungan Pengurus AMSI Jawa Timur ke KEK Singhasari, Minggu (13/6). Istimewa - Image

Kunjungan Pengurus AMSI Jawa Timur ke KEK Singhasari, Minggu (13/6). Istimewa

JawaPos.com–Pengurus AMSI Jawa Timur berkunjung ke KEK Singhasari, Minggu (13/6). Rombongan pengurus dikomandani Ketua AMSI Jatim Arief Rahman ditemui David Santoso, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Singhasari.

Hadir pula Wakil Ketua AMSI Pusat Suwarjono, Badan Pertimbangan AMSI Pusat Dwi Eko Lokononto, Ketua Departemen  Organisasi dan Keanggotaan AMSI Pusat Yatimul Ainun. Dari KEK Singhasari, David didampingi Purnadi, selaku Dirut dan Harun, selaku konsultan ahli. Sedangkan Bupati Malang Sanusi mengutus Kepala Bappeda Tomie Herawanto. Dalam diskusi awal dibahas soal mekanisme perizinan.

”Pemkab Malang support penuh mengenai perizinan. Untuk urusan perizinan silakan ditanyakan, kami (Pemkab Malang) kawal penuh. Hingga ada istilah OSS, ojo suwe-suwe,” ungkap Tomie.

Menurut Tomie, KEK Singhasari adalah KEK satu-satunya di Jawa Timur. Pihaknya berjuang berdarah-darah hingga keluar PP. ”Dengan kedatangan teman-teman AMSI Jatim, kami ingin bersinergi. Berharap poin-poin dalam Rakerwil juga diperjelas. Kami juga akan ajukan ke RPJMD Kabupaten Malang,” tutur Tomie.

Sebab, bagi Pemkab Malang, KEK tidak hanya menguntungkan Malang Raya, tapi juga Jatim dan nasional. Dukungan media amat diperlukan untuk pengembangan ke depan. Sebab, PP ada batasan waktu tiga tahun, ini sudah setahun.

”Kami titip KEK Singhasari dimasukkan, media bisa membantu KEK. Apa yang dibutuhkan, kami siapkan,” ujar Tomie.

David Santoso selaku pengelola KEK Singhasari menawarkan soal klaster media di KEK Singhasari. ”Kalau ada klaster media, rasa-rasanya menarik. Ini bisa MoU, kemudian kita laporkan Gubernur. Ini jadi satu-satunya,” terang David.

”Yang perlu didetailkan adalah interkoneksi dengan berbagai stakeholder, influencer, dan lain-lain. Kalau berada dalam satu klaster, kolaborasi konten bisa dilakukan,” tambah David.

Klaster media di KEK Singhasari, lanjut dia, juga berpotensi membuat content factory. Nanti mengenai konsep bisnis, seperti revenue hingga monetisasi bisa dibahas.

”Kita MoU kan klaster media. Pajak periklanan jika ada di KEK ada tax holiday. Kekhususan KEK diiriskan dengan media. Bagaimana insentifnya dibahas. Seperti KEK dengan Telkom pernah membahas kerja sama dengan konsep royalti 15 persen. AMSI bisa mempertimbangkan jika di KEK ada value (kemudahan pajak dan lain-lain),” kata David.

Suwarjono, wakil ketua AMSI Pusat mengatakan, media digital membutuhkan partner yang paham. Klaster media di KEK Singhasari memungkinkan.

”Kita pilih tempat yang SDM bagus. Industri ini bisa dikerjakan di manapun. Tim IT, ilustrator, video editor, dan konten kreator.  Sebagian besar tim saya tidak di Jakarta, secara bisnis tidak sustainable jika seluruhnya di Jakarta. Maka kami cari lokasi yang harga terjangkau,” papar Suwarjono.

”Malang, SDM OK, jaringan dan budaya juga ada mahasiswa, memungkinkan untuk klaster media. Saya ikut karena ingin tahu lokasi jauh tidak. Motor, bangunan, infrastruktur apakah harga juga memungkinkan. Kalau Surabaya gak masuk secara bisnis,” papar Suwarjono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore