Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 15.00 WIB

Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting Jatim Hingga 14,7 Persen: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa. - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah yang berhasil memimpin percepatan penurunan stunting dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). 

Pasalnya, sejak tahun 2019 hingga 2024, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah, capaian prevalensi stunting berhasil diturunkan hingga berada di angka 14,7% pada tahun 2024. 

Tidak hanya itu, Persagi juga menilai Gubernur Khofifah memiliki komitmen yang kuat dan disertai inovasi kebijakan lintas sektor yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak-anak Jawa Timur.

Secara khusus penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi Doddy Izwardy pada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah dalam acara Pembukaan Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persatuan Ahli Gizi Indonesia Tahun 2026 di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jumat (3/7). 

"Alhamdulillah, komitmen Jatim dalam percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Dan kami bersyukur bahwa kami hari ini menerima penghargaan dari Persagi,” kata Gubernur Khofifah di sela kunjungan kerja di Banyuwangi. 

“Bukan hanya untuk kami, penghargaan ini saya  juga  sebagai apresiasi untuk seluruh stakeholder yang selama ini memiliki komitmen yang sama untuk terus menurunkan angka prevalensi stunting di Jatim," kata Khofifah. 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting turun dari 17,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14,7 persen pada tahun 2024. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai terbaik di pulau jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali  dalam penurunan stunting.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah yang berhasil memimpin percepatan penurunan stunting dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

Khofifah mengungkapkan bahwa capaian penurunan angka stunting juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari banyak pihak di Jawa Timur. Oleh sebab itu, Khofifah menyebut bahwa sinergi dan kolaborasi banyak pihak ini harus terus dijaga demi melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.

"Keberhasilan Jawa Timur menurunkan angka prevalensi stunting ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang bergandengan tangan dan saling nyengkuyung. Mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, TP PKK Jatim, BKKBN, hingga pemerintah kabupaten/kota turut berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing," jelasnya.

Menurut Khofifah, upaya tersebut juga diperkuat oleh dukungan berbagai mitra pemerintah, di antaranya organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan Aisyiyah, UNICEF, serta institusi pendidikan. Berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu oleh seluruh pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud nyata sinergi dan kolaborasi dalam mempercepat penurunan stunting di Jawa Timur.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore