JawaPos Radar | Iklan Jitu

4 Juta Orang di Jateng Masih BAB Sembarangan

12 Oktober 2018, 19:25:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Perilaku Hidup Bersih
ILUSTRASI: Perilaku hidup bersih masih diabaikan oleh sejumlah warga di Jawa Tengah. (dok. Radar Bromo/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Perilaku hidup bersih masih diabaikan oleh sejumlah warga di Jawa Tengah. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya penduduk yang tidak buang air besar di jamban, dimana jumlahnya dilaporkan mencapai empat juta jiwa.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Seksi P2PTM Dinas Kesehatan Jateng, Arfian Nevi. Sebagaimana ia terangkan bahwa mereka yang tidak buang air besar tidak pada tempatnya, diketahui tak memiliki jamban. Sehingga memilih melakukannya di kebun, sungai, atau empang.

"Di Jateng masih ada sekitar empat juta orang yang buang air besar sembarangan. Paling banyak di Wonosobo dan Banjarnegara," katanya, Jumat (12/10). 

Krisis Air Bersih
Mereka yang buang air besar sembarangan itu kebanyakan tinggal di daerah pegunungan. Dan bukan merupakan kawasan kekurangan air bersih. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Arfian menambahkan, bahwa mereka yang buang air besar sembarangan itu kebanyakan tinggal di daerah pegunungan. Dan bukan merupakan kawasan kekurangan air bersih.

"Jadi, orang sana menyebutnya helikopter atau WC di atas empang. Mereka menganggap buang air besar sembarangan di atas empang adalah hal yang biasa," sambungnya. 

Sehingga, fenomena ini menurutnya menunjukkan masih banyak orang yang mengesampingkan perilaku hidup bersih. Mereka meremehkan soal kesehatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Lantaran, kotoran dibuang sembarangan itu berpotensi menimbulkan penyakit menular.

"Akar permasalahannya bukan ketidakmampuan finansial. Tapi lebih kepada arah perilaku. Bukan berarti kedua daerah itu banyak warga miskinnya," terangnya lagi.

Dengan diketahuinya akar permasalahan tersebut, maka menjadi jelas bahwa yang harus dilakukan saat ini adalah soal bagaimana membuka mata mereka. Meningkatkan kesadaran masing-masing untuk tidak terus menerus membuka peluang terserang penyakit dengan mengotori lingkungan.

Arfian menyebut, sejumlah langkah sosialisasi sudah dan bakal terus dilakukan. Salah satunya upayanya, adalah menggandeng tokoh masyarakat dan agama agar mau memberikan pengetahuan mengenai pentingnya perilaku hidup sehat.

"Kami bergerak bersama menyadarkan masyarakat supaya tak lagi buang air besar sembarangan. Salah satu program yang diterapkan melalui dengan sanitasi total berbasis masyarakat," tandasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up