Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Desember 2018 | 04.58 WIB

Terjun ke Dunia Politik, Grace Natalie Kerap Diejek Pelacur

ORASI POLITIK: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sewaktu menyampaikan pidato politiknya di Surabaya, Selasa (11/12). - Image

ORASI POLITIK: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sewaktu menyampaikan pidato politiknya di Surabaya, Selasa (11/12).

JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Festival11@Surabaya di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (11/12). Dalam acara tersebut, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan pidato politiknya di depan ratusan kader. 


Grace menyampaikan pidato tentang peran perempuan yang masih banyak mengalami diskriminasi. Salah satunya peran perempuan di bidang politik. Grace mencontohkan dirinya yang kerap diejek perek atau pelacur. 


"Katanya, politik yang ditangani pelacur, habislah sudah. Masih banyak lagi hinaan yang saya terima (di media sosial)," kata Grace saat berorasi politik di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (11/12). 


Menghadapi hinaan seperti itu, Grace mengaku gerah. Dia tak habis pikir bagaimana jika suami, ibu, dan anaknya jika sampai membaca komentar-komentar pedas yang juga sempat beredar di media sosial. 


Untuk itu, dia menginstruksikan semua kader semakin gencar melawan politik fitnah dan hoax. "Ketika mereka memainkan politik rendahan, kader PSI justru harus meninggikan mutu," kata Grace.


Selain itu, Grace menyatakan, mengalokasikan 40 persen kursi bagi politisi perempuan di DPR. Dia mengklaim prosentase tersebut lebih tinggi ketimbang partai lain. 


Menurutnya, segala macam bentuk ejekan itu, adalah tantangan perempuan. Semua perempuan bagaimanapun penampilan dan kiprahnya, akan berhadapan dengan hal serupa. 


Termasuk, ketika perempuan di dunia politik. Semua perempuan harus tahan terhadap terpaan ganas semacam itu. Tak hanya datang dari para laki-laki, juga dari kalangan perempuan sendiri. 


"Mau itu yang masih gadis. Mau yang berpakaian biasa saja atau tertutup semua, tetap saja salah. Tetap dibilang pelacur," katanya.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore