
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution saat mengikuti webinar pada Selasa (10/11). (For JawaPos.com)
JawaPos.com - Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menyoroti buruknya penataan transportasi di Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut). Menurut dia, sudah saatnya Kota Medan memiliki moda angkutan umum masal. Kapasitas moda transportasi yang bisa mengakungkut penumpang dalam jumlah besar.
Alasannya, kata Bobby, Medan berpredikat sebagai kota besar. Sejajar dengan kota-kota lainnya di Pulau Jawa, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Jogjakarta. Sejatinya penataan transportasi di Kota Medan sudah sejajar pula dengan DKI Jakarta. Tidak lagi mengandalkan angkutan kota (angkot) dan becak motor (betor).
"Transportasi yang tidak modern menjadi kendala. Di Medan angkot masih menjadi andalan. Transportasi umum masih berjalan sendiri tanpa perhatian pemerintah. Harusnya Medan sudah punya moda transportasi publik lain dengan jumlah besar," ujar Bobby Nasution dalam webinar yang bertajuk "Permasalahan Transportasi di Medan dan Solusi" pada Selasa (10/11).
Calon wali kota Medan nomor 2 itu menyebut, berdasar survei permasalahan Kota Medan adalah banjir, macet, lalu lintas yang semrawut, jalan berlubang, lapangan pekerjaan, dan kasus korupsi.
"Kendala transportasi kita (Kota Medan, red) adalah banjir mempengaruhi kualitas jalanan yang ada di Kota Medan," sebutnya dalam webinar yang digelar IKATEKSI itu.
Photo
Pengemudi mendorong angkot yang terjebak dalam banjir di Kota Medan setelah kota itu dilanda hujan deras sepanjang Rabu (23/9). (Istimewa for JawaPos.com)
Buruknya lalu lintas di Kota Medan karena kondisi jalan yang berlubang dan mudah tergenang ketika diguyur hujan. Jalan yang sering tergenang saat hujan mudah terkelupas. Hal itu membahayakan terhadap pengguna jalan. Waktu tempuh perjalanan pengguna jalan jadi semakin lama, karena mereka tidak bisa melajut lebih cepat karena kondisi jalannya yang buruk. Implikasinya lebih jauh bisa berdampak roda perekonomian kota.
"Arus lalu lintas dan persimpangan Kota Medan tidak tertata. Lalu diperparah dengan tindakan korupsi aparat daerah dan kepala daerah pada masa silam di Kota Medan," tutur suami Kahiyang Ayu itu.
Semrawutnya jalan raya, kata Bobby, dipicu juga oleh lahan parkir yang minim. Kendaraan yang parkir tidak ditampung di ruang khusus. Tidak sedikit kendaraan parkir di badan jalan. Hal itu mempersempit lebar jalan.
Belum lagi kebedaraan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Situasi itu mengakibatkan penumpukan angkutan umum.
Baca juga:

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
