JawaPos Radar

Terbongkarnya Pembengkakan Tagihan Pelanggan Telkomsel Solo

10/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Telkomsel
MEMBENGKAK: Arif Daryanto salah seorang pelanggan provider Telkomsel menunjukkan bukti pembayaran tagihan, Rabu (8/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Arief Daryanto tidak menyangka jika tagihan per bulan yang ia bayarkan ke provider Telkomsel ternyata bukan hanya tagihan bulanannya saja. Melainkan juga tagihan kepada nomor atas nama salah satu PT yang ada di Jogjakarta.

Padahal, pembayaran ini sudah berlangsung lebih kurang tiga tahun, yakni sekira tahun 2015. Dan selama itu, kontraktor asal Solo ini mengira jika tagihan bulannya hanya untuk nomor pascabayarnya. 

Kecurigaan Arief muncul ketika dirinya mengecek tagihan bulanannya pada 31 Mei 2018 lalu. Di tagihan tersebut tertulis nominal sekitar Rp 150-an ribu. Akan tetapi, tagihan yang keluar ke kartu debitnya ternyata mencapai sekira Rp 600 ribu.

Karena terjadi selisih yang cukup besar itulah, Arief kemudian mendatangi kantor cabang Telkomsel yang ada di Solo, di Jalan Slamet Riyadi. 

Arief pun menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan tagihan yang tidak sesuai dengan penggunaannya selama ini. Dari pihak Telkomsel pun lantas melakukan investigasi atas keluhan dari Arief tersebut. Dan setelah dilakukan investigasi diketahui bahwa selama ini, Arief juga membayarkan tagihan atas nama salah satu PT yang ada di Jogja.

"Jadi saya itu kaget pas mendapatkan tagihan kok jumlahnya sangat besar. Lalu saya komplain dan dilakukan investigasi, diketahui ternyata saya membayari tagihan orang lain," urainya. 

Dari hasil investigasi itu pun diketahui bahwa total kelebihan pembayaran tagihan Arief mencapai lebih dari Rp 5 juta. Hal ini karena sudah berlangsung sejak beberapa tahun. Kemudian Arief pun meminta pihak Telkomsel untuk mengembalikan uang kelebihan tersebut secara cash.

"Pertama dari pihak Telkomsel mengatakan jika uang tersebut tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang, melainkan harus dalam bentuk deposit pulsa," katanya. 

Arief pun mengaku kecewa dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada di Telkomsel. Menurutnya, kelebihan pembayaran ini murni kesalahan dari Pihak Telkomsel dan bukanlah dirinya. Dan seharusnya pihak Telkomsel bersedia memberikan uang secara cash, karena itu adalah uang miliknya. Dan bukan karena kesalahannya.

"SOP-nya kan aneh, itu kesalahan mereka kenapa tidak bisa. Lah, kalau saya tiba-tiba berhenti berlangganan Telkomsel trus gimana," ungkap Arief yang sudah berlangganan kartu pascabayar sejak tahun 1998 tersebut. 

Tetapi, kemudian kedua belah pihak kembali melakukan mediasi untuk permasalahan ini. Dan setelah melakukan mediasi yang berjalan alot, akhirnya Arief bisa mendapatkan uang kelebihan pembayaran tagihannya secara cash dan akan dikirimkan melalui rekeningnya.

Akan tetapi, pembayaran tersebut menggunakan tempo selama satu bulan. Arief menambahkan, dirinya selama ini mengikuti apa yang disampaikan Telkomsel. Termasuk dalam jumlah besaran uang kelebihan. Akan tetapi, Arief cukup kecewa dengan sikap dari pihak Telkomsel. 

"Selama ini pihak Telkomsel tidak pernah ada itikad untuk meminta maaf, padahal kejadian ini murni karena kesalahan mereka dan bukan saya. Saya berharap, kejadian ini tidak akan menimpa pelanggan yang lain, cukup saya saja," tukasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up