
TAGIHAN MEMBENGKAK: Arif Daryanto salah seorang pelanggan provider Telkomsel menunjukkan bukti pembayaran tagihan, Rabu (8/8).
JawaPos.com - Salah seorang pelanggan provider Telkomsel, Arif Daryanto warga Karangasem, Laweyan, Solo merasa dirugikan oleh provider tersebut. Pasalnya, Arif yang sudah menjadi pelanggan Telkomsel puluhan tahun tersebut beberapa bulan terakhir ternyata mengalami kelebihan pembayaran.
Dan ternyata, Arif tidak hanya membayar tagihan kartu pascabayarnya, melainkan juga membayar tagihan kartu lain yang tidak dikenalnya.
Terbongkarnya kesalahan pembayaran ini bermula ketika Arif mulai curiga dengan besarnya tagihan kartunya setiap bulan. Jika biasanya, dalam sebulan rata-rata tagihan kartu pascabayarnya tidak lebih dari Rp 200 ribuan. Tetapi sejak tahun 2017 tagihan kartunya membengkak menjadi Rp 600 ribu lebih bahkan sampai dengan Rp 700 ribu.
"Karena curiga saya lalu mendatangi Grapari Telkomsel dan menanyakan perihal tagihan saya, kenapa bisa membengkak," terang Arif kepada JawaPos.com, Rabu (8/8).
Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut Arif, pihak Telkomsel melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab membengkaknya tagihan Arif tersebut. Dari hasil investigasi tersebut diketahui, ternyata selama ini Arif turut membayar tagihan orang lain.
"Saya heran kenapa data saya bisa dikloning seperti ini, padahal selama ini saya tidak pernah ganti kartu atau mengenal orang yang ikut dalam tagihan saya. Kan ini bisa berbahaya," katanya.
Arif pun menyayangkan sistem dari Telkomsel, mengingat dirinya sudah menjadi pelanggan setia sejak puluhan tahun silam. Menurutnya, selama ini Telkomsel tidak pernah memberikan informasi lebih jelas mengenai pembengkakan yang terjadi pada tagihannya.
Kasus ini baru terbongkar setelah dirinya aktif untuk mendatangi dan menanyakan perihal tagihan tersebut. "Dan sampai saat ini kelebihan tagihan yang sudah masuk ke Telkomsel sudah lebih dari Rp 5,3 juta. Dan kemarin saya minta untuk diuangkan katanya tidak bisa, bisanya dijadikan deposit pulsa," katanya geram.
Arif meminta Telkomsel bertanggung jawab dan mengembalikan kelebihan pembayaran yang sudah terjadi selama ini. Mengingat, kesalahan tersebut murni bukan kesalahannya, melainkan dari pihak Telkomsel.
Sementara itu, Pimpinan Telkomsel Kantor Cabang Solo, Achmad Safrian, membenarkan adanya kejadian tersebut. Selama ini pihaknya sudah berupaya untuk melakukan investigasi untuk mengungkap penyebabnya. Dan sudah diketahui adanya pembayaran tagihan ke orang lain.
Ditanya soal pencairan uang kelebihan tersebut, Achmad mengatakan, pelanggan bisa datang langsung ke kantor dan menyiapkan persyaratannya. "Kalau soal itu (diuangkan) pelanggan bisa datang langsung ke kantor dan menanyakan ke customer service (CS)," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
