
Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar saat memberikan keterangan terkait perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus kebakaran tewaskan 1 keluarga di Mako Polrestabes, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/8).
JawaPos.com - Pengungkapan insiden kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu, 166B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tinggal menunggu waktu.
Sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proses penyelidikan hingga penyidikan masih dalam proses penanganan tim penyidik Polrestabes Makassar.
Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengungkapkan dalam waktu dekat, pihaknya bakal merilis hasil pengungkapan yang menewaskan enam orang korban jiwa itu.
"Kita tunggu hasil dari Laboratorium Forensik. Setelah Labfor memberikan hasilnya baru kita akan merilis semuanya," kata Irwan saat memberikan keterangan di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/8).
Proses penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) pascainsiden kebakaran terjadi Senin (6/8) lalu, ditangani sepenuhnya oleh Labfor Mabes Polri, Cabang Makassar.
Setelah tim Labfor telah resmi memberikan hasil penyelidikan guna mengungkap faktor utama kebakaran terjadi, pihaknya lanjut Irwan bakal melakukan ekspos.
Informasi yang berhasil dihimpun, saat ini tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi dalam kasus itu. Irwan tak menampik hal tersebut. Namun ia masih enggan merinci siapa-siapa saja saksi yang telah diperiksa.
"Inikan masih dalam proses, tersangka juga belum ada. Tunggu saja nanti kita umumkan intinya tunggu hasil dari Labfor," tegasnya.
Enam orang korban masing-masing hangus terpanggang dalam kebakaran tersebut. Mereka adalah pasangan suami isteri Sanusi, 70, dan Bondeng, 65, anaknya Musdalifa, 30, Fahril, 24, dan Namira, 24, serta cucunya Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.
Abdul Azis, 62, yang tak lain merupakan saudara korban Sanusi, dalam kesempatan sebelumnya mengatakan, penyebab kebakaran itu diduga bukan karena adanya arus pendek listrik, melainkan adanya unsur kesengajaan yang dilatarbelakangi hutang-piutang dari Fahri.
Azis mengatakan pada Sabtu (4/8) pekan lalu, Fahri sempat berselisih dengan kawanan bermotor. Dia dipaksa untuk melunasi hutang sebanyak Rp 10 juta yang dipakai membeli narkotika jenis sabu.
Masalah tersebut tak berhenti sampai di situ, kawanan geng motor kembali mendatangi rumah korban dengan membawa sejumlah senjata tajam dua jam sebelum insiden kebakaran itu terjadi.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Diunggulkan Kalahkan Cristiano Ronaldo Cs
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Susunan Pemain Meksiko vs Inggris: Altitude Jadi Senjata El Tri, Saka dan Gordon Bantu Harry Kane
