
BIRO JODOH: Acara Golek Garwo, sebuah kegiatan untuk mencari jodoh, yang ada di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIJ, Minggu (9/12)
JawaPos.com - Witing tresno mergo upoyo (cinta itu datang karena adanya usaha), begitulah slogan dari sebuah acara bernama 'Golek Garwo' (cari jodoh) yang digelar rutin sekali setiap bulannya. Seperti pada Minggu (9/12) di kantor Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Sekitar pukul 09.00 WIB, di sebuah gedung kompleks kantor tersebut banyak pemuda-pemudi maupun mereka yang sudah dewasa sedang mengisi formulir. Sebuah syarat kelengkapan data untuk mengikuti acara cari jodoh itu.
Berbeda dengan mereka yang sudah mengikuti acara itu sejak lama. Hanya tinggal registrasi saja, untuk kemudian langsung mengikuti acara yang digelar.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Hari Istiadi, 31, dari Dusun Pranan, Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman ini. Meski belum mendapatkan wanita idamannya, namun pria dengan tinggi badan sekitar 175 centimeter itu tampak bersemangat.
Sambil menunggu acara dimulai, Hari lebih memilih berdiri di depan pintu masuk ruangan. Sesekali dirinya tersenyum menyapa orang-orang yang melintas di depannya.
Tanpa ragu ia pun menceritakan bagaimana kisahnya selama mengikuti acara ini. "Bulan lalu saya sudah mengikuti acara ini. Tapi belum ketemu yang cocok," kata dia, Minggu (9/12).
Hari melakukan pendekatan dengan menghubungi beberapa nomor telepon yang didapatkan dari panitia. Dari upayanya itu sejauh ini masih gagal. "Ada yang nomor kontaknya tak bisa dihubungi, ada yang bilang kalau ikut acara ini karena disuruh. Bukan karena niat sendiri," katanya.
Kendati demikian, Hari tak menyerah begitu saja. Minggu ini ia kembali mencari peruntungannya untuk bisa mendapatkan teman hidupnya. "Cantik itu relatif, saya cari wanita yang sederhana dan menerima apa adanya," kata dia, Minggu (9/12).
Rm Ryan Budi Nuryanto pencetus sekaligus panitia dari acara Golek Garwo mengatakan, ini merupakan salah satu media untuk memberikan fasilitas kepada mereka yang masih sendiri. Supaya bisa mendapatkan pasangan hidupnya sampai di akhirat nanti.
"Witing tresno mergo upoyo, itu slogan kami. Jadi jodoh itu datang karena ada upaya, entah datang langsung atau kirim email. Dapat pasangan, bisa-bisa dibawa ke urusan dunia hingga akhirat nanti," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
