
DIPASUNG: Kondisi Ngatemi, kaki dan tangannya dirantai keluarga karena dianggap meresahkan.
JawaPos.com - Kisah cinta tidak selamanya berakhir mulus. Bahkan ada juga yang berakhir pilu, seperti yang dialami oleh Ngatemi, 40. Warga Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini sampai menderita penyakit jiwa, usai pernikahannya dibatalkan oleh laki-laki pujaan hatinya.
Ngatemi gila karena beberapa tahun lalu, laki-laki yang sudah melamarnya itu tidak jadi menikahinya. Entah apa yang terjadi. Yang pasti, Ngatemi kini kehilangan kewarasannya. Dia kerap tertawa sendiri, namun di saat yang bersamaan menangis hingga mengamuk. Tidak jarang dia melempari pengguna jalan dan warga yang lewat depan rumahnya.
Lebih dari itu, dia kerap merusak tanaman warga. Ngatemi juga sering berkeliaran dan menganggu warga. Akhirnya, keluarganya memasung Ngatemi. Kedua kaki dan tangannya di rantai. Sudah satu tahun lamanya, Ngatemi dirantai.
Kondisinya memprihatinkan. Dia ditempatkan di ruangan sempit berdinding bilah bambu, beratap plastik dengan ukuran ruangan 1 meter kali 60 sentimeter. Ruangan ini lebih pantas disebut bilik bambu.
Ruangan ini terletak di belakang dapur, bukan menjadi bagian dari rumah. Sehingga terkesan dipisahkan. Kedua kaki dan tangannya dirantai. Hanya ketika mandi dan makan saja rantainya dilepas.
"Alasan gagal nikahnya saya nggak tahu. Saya dapat laporan ada orang dipasung. Setelah dikroscek, benar ada orang dikurung dan dia sakit jiwa," kata Kaur Kepetengan (Keamanan) Desa Gubuk Klakah, Abdul Rokhim, kepada JawaPos.com, Kamis (8/3).
Dia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, Ngatemi tidak jarang mengamuk dan melukai orang lain. Sehingga, keluarga memutuskan untuk mengurung dan merantai Ngatemi.
Masih menurut Rokhim, dia bersama dengan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), pemerintah kecamatan, Tagana dan pendamping pasung segera mendatangi rumah Ngatemi.
Mereka berkoordinasi dengan keluarga untuk membawa Ngatemi ke RSJ Radjiman Wediodiningrat, Lawang. Bahkan, petugas kesehatan juga sudah datang ke rumah Ngatemi. "Kami tidak mau kecolongan, segara ditangani kesehatannya," tegas dia.
Sementara itu, Pendamping Pasung Kecamatan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Muchamad Ali, menjelaskan, rencananya Sabtu (10/3) Ngatemi akan dibawa ke RSJ. "Kemungkinan Sabtu, ini kami masih koordinasi," kata dia.
Menurut dia, meskipun kedua kaki tidak dipasung dengan batang kayu seperti pada umumnya. Namun, dengan mengurung di ruangan, sudah masuk kategori pasung. "Apalagi ini dirantai, bahkan menurut saya caranya primitif sekali. Ruangan tempat pasien tinggal, sudah seperti kandang ayam," tegas Ali.
Ali menjelaskan, Ngatemi ini menderita penyakit jiwa kambuhan. Pasalnya, masih bisa diajak komunikasi dengan lancar saat tidak kumat.
Contohnya saja hari ini. Ali berkomunikasi dengan Ngatemi. Mulai menanyakan identitas meliputi nama dan usia, hingga kehidupan masa sekolahnya. "Dia ingat semua. Kalau sedang tidak kambuh, bisa diajak komunikasi," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022