Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2020 | 14.05 WIB

Hampir Semua Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terdapat Kasus Covid-19

Tangkapan layar peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Khaerul Izan/Antara - Image

Tangkapan layar peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Khaerul Izan/Antara

JawaPos.com–Hampir semua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terdapat kasus konfirmasi positif Covid-19, Dari 40 kecamatan, 39 di antaranya terdapat kasus itu.

”Yang belum ada kasus konfirmasi positif Covid-19 hanya di Kecamatan Waled,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Enny mengatakan, persebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon sudah menyeluruh. Hampir semua kecamatan sudah terdapat kasus konfirmasi. Kasus terbanyak warga yang terkonfirmasi Covid-19 terjadi di Kecamatan Plered. ”Di Kecamatan Plered ada klaster. Terbanyak persebaran terjadi di Plered,” ujar Enny.

Banyaknya kasus konfirmasi positif Covid-19 yang terjadi, menurut Enny, setelah gugus tugas terus melakukan pelacakan terhadap kasus sebelumnya. Selain itu, masifnya tes usap mempengaruhi banyaknya kasus yang terdeteksi. Saat ini, Pemkab Cirebon telah melakukan tes usap 17.685 sampel. ”Kita terus uji tes usap, agar bisa secepatnya memutus mata rantai persebaran Covid-19,” terang Enny.

Berdasar data, terdapat 332 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, dengan perincian 219 orang dalam perawatan maupun isolasi mandiri, 26 sembuh, dan 17 meninggal dunia. Dengan penambahan 26 orang sembuh, total 113 orang sudah dinyatakan sembuh.

”Sebanyak 26 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri. Mereka dinyatakan sembuh setelah hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif,” kata Enny.

Menurut Enny, mereka sudah bisa beraktivitas seperti biasa, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Dia menambahkan, rata-rata saat ini, yang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing karena tanpa gejala. "Yang di rawat itu mereka dengan gejala, sedangkan isolasi mandiri yaitu orang tanpa gejala," ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=s6-Sp3HF0sc

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore