Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Agustus 2018 | 01.44 WIB

Melirik Kampung Tumo, Wisata Edukasi Bertabur Pramugari (Bagian I)

Sejumlah anak didik kelas pramugari di Kampung Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). - Image

Sejumlah anak didik kelas pramugari di Kampung Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).

JawaPos.com - Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) belakangan menjadi populer. Bangunan megah diserta sejumlah gubuk tumo beratap rumput ilalang berdiri di tengah perhutanan jati ini menjadi rujukan wisata edukasi dari penjuru Indonesia.


Sejumlah bangunan yang berdiri sejak awal Januari 2018 lalu itu, diberi nama 'Kampung Tumo'. Kampung yang terletak di Dusun Tumo, Desa Hargomulyo ini merupakan pusat pendidikan menjadi seorang pramugari, pendidikan perhotelan, kursus bahasa inggris.


Selain itu, bagi wisatawan yang datang juga disajikan wisata alam di antaranya camping ground dan outbound. Wisata edukasi yang berjarak kurang lebih 40 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro ini juga disebut sebagai sekolah training center desa rasa kota.


Pendiri Kampung Tumo sendiri merupakan putra daerah asli kelahiran Dusun Tumo yang saat ini bekerja sebagai Pramugara Senior di Maskapai Internasional Air Asia. Pria itu adalah Priyo Martono, 37. Ada beberapa alasan yang mendorongnya untuk mendirikan lembaga pendidikan di wilayah pelosok desa itu, salah satunya karena ia prihatin melihat minimnya materi pendidikan di desanya.


"Berawal dari keprihatinan, karena di dusun kelahiran saya ini semua sektor pendidikan sangat keterbelakangan. Kualifikasi pendidikan disini dibanding kota besar sangat jauh. Dari situ, melitas pikiran mendirikan kampung tumo menjadi wisata edukasi sekagis sekolahan dengan lulusannya siap bekerja," ujar Kang Priyo, panggilan akrab pria tiga anak saat memberikan pejelasan kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8).


Dijelaskan Kang Priyo, saat ini tercatat 200-300 anak didik kelas bahasa inggris. Ratusan murid tersebut merupakan siswa-siswi SD, SMP di seluruh Kecamatan Kedewan, mereka datang setiap hari pulang sekolah ke gubuk tumo untuk kursus bahasa inggris gratis.


Sedangkan, dari kelas pramugari kurang lebih sudah ada 25 anak didik, mereka datang dari berbagai penjuru tanah air seperti dari Surabaya, Jakarta, Tanggerang, Medan, Kalimantan, Makasar, Maluku dan perwakilan dari kota besar lainnya.


"Meskipun letak sekolahnya di pelosok desa, namun tutor-tutor dan pengajarnya kita datangkan dari Pare, Kediri. Jadi secara ilmu, kualifikasi standarnya sudah jauh lebih berkualitas serta berpengalaman dibandingkan guru SD yang mengajar bahasa inggris disini," imbuh dia.


Konsep Kampung Tumo ini, imbuhnya, sama persis di Kampung Inggris di Kediri, istilahnya copy paste. "Hampir sama dengan di Kediri," jelas pramugara senior, yang sudah bekerja selama 10 tahun itu.


Menurut dia, sekolah training center yang berlokasi di desa ini, memberikan tantangan dan pemantapan dasar bagaiman caranya mewujudkan lulusan siap bekerja. Di kampung tumo, lanjut dia, memberikan materi konsep performance personality skill (PPS), yakni meliputi penampilan, kecantikan mulai dari tata rias, busana, rambut, cara berdiri dan berjalan.


"Selain itu, kita juga ada kelas belajar kepribadian, mental, building karakter, komunikasi, public speaking dan sikap. Untuk program kursus paket bahasa inggris ini kita sama dengan konsep di Pare yakni full day mulai subuh sampai malam. Kita berharap kampung tumo bisa jadi kampung inggris seperti di Kediri," harap pria, yang memiliki lembaga serupa di Pare, Kediri.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore