Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Agustus 2018 | 23.58 WIB

Waspada, Ombak Tinggi dan Angin Kencang Masih Mengintai

ILUSTRASI: Diterjang angin kencang, pohon tua di Jalan Pemuda Kota Cirebon tumbang menimpa mobil milik warga. - Image

ILUSTRASI: Diterjang angin kencang, pohon tua di Jalan Pemuda Kota Cirebon tumbang menimpa mobil milik warga.

JawaPos.com - Angin kencang yang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir, diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi menyarankan agar para nelayan perahu kecil untuk menunda aktivitas di laut karena ombak di perairan Cirebon dan Indramayu mencapai dua meter.


Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan, angin kencang dan gelombang tinggi masih akan terjadi dalam waktu tiga hari ke depan. Kecepatan angin pun mencapai 56 km per jam.


"Kecepatan angin bisa mencapai 56 km per/jam. Masyarakat harus lebih waspada dan berhati-hati. Angin kencang rawan terjadi pohon tumbang dan bangunan roboh," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8).


Faa Iziyn menjelaskan, angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Cirebon dan Indramayu disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup kuat di wilayah Utara dan Selatan ekuator.


Ia menjelaskan, posisi matahari yang berada tepat di posisi utara ekuator mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah. Sementara di wilayah Selatan mulai terbentuk pusat tekanan tinggi.


Perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut, menurut Faa Iziyn, berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator, termasuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).


"Wilayah Selatan ekuator cukup tinggi. Termasuk wilayah Ciayumajakuning. Sehingga menyebabkan angin kencang," katanya.


Dia menambahkan, faktor lokal seperti dekat dengan Gunung Ciremai mendukung pergerakan angin dari daratan Australia menjadi angin kumbang sehingga menyebabkan kecepatan angin salon tinggi.


Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Jatiwangi-Majalengka menyebutkan, arah kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara menuju Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 56 km/jam.


"Kami sarankan masyarakat menggunakan masker hidung. Angin kencang ditambah suhu tinggi rawan menimbulkan radang tenggorokan," paparnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore