
ILUSTRASI: Diterjang angin kencang, pohon tua di Jalan Pemuda Kota Cirebon tumbang menimpa mobil milik warga.
JawaPos.com - Angin kencang yang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir, diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi menyarankan agar para nelayan perahu kecil untuk menunda aktivitas di laut karena ombak di perairan Cirebon dan Indramayu mencapai dua meter.
Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan, angin kencang dan gelombang tinggi masih akan terjadi dalam waktu tiga hari ke depan. Kecepatan angin pun mencapai 56 km per jam.
"Kecepatan angin bisa mencapai 56 km per/jam. Masyarakat harus lebih waspada dan berhati-hati. Angin kencang rawan terjadi pohon tumbang dan bangunan roboh," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8).
Faa Iziyn menjelaskan, angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Cirebon dan Indramayu disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup kuat di wilayah Utara dan Selatan ekuator.
Ia menjelaskan, posisi matahari yang berada tepat di posisi utara ekuator mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah. Sementara di wilayah Selatan mulai terbentuk pusat tekanan tinggi.
Perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut, menurut Faa Iziyn, berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator, termasuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).
"Wilayah Selatan ekuator cukup tinggi. Termasuk wilayah Ciayumajakuning. Sehingga menyebabkan angin kencang," katanya.
Dia menambahkan, faktor lokal seperti dekat dengan Gunung Ciremai mendukung pergerakan angin dari daratan Australia menjadi angin kumbang sehingga menyebabkan kecepatan angin salon tinggi.
Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Jatiwangi-Majalengka menyebutkan, arah kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara menuju Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 56 km/jam.
"Kami sarankan masyarakat menggunakan masker hidung. Angin kencang ditambah suhu tinggi rawan menimbulkan radang tenggorokan," paparnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
