
UJI COBA: Petugas gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Dinas Perhubungan menunjukkan bukti rekaman CCTV yang dapat dipergunakan untuk menilang pelanggar lalu lintas.
JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya telah melakukan uji coba tilang e-CCTV pada tahun ini sebanyak dua kali. Kendati belum bisa mengirim langsung bukti tilang ke rumah, namun sejak uji coba, kehadiran CCTV diklaim bisa menekan angka pelanggaran.
Kadishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengklaim, dalam sehari jumlah pelanggaran menurun. Dia memaparkan, sebelum termonitor CCTV pada satu persimpangan jalan, jumlah pelanggaran selama satu hari rata-rata sebanyak 600. "Sekarang terjadi penurunan, rata-rata sekitar 150an di satu simpangan jalan. Lebih tertib," papar Irvan saat uji coba tilang e-CCTV, Kamis (2/8) pagi.
Irvan menambahkan, sembari menunggu Peraturan Kapolri (Perkap) keluar, pihaknya bersama polisi akan melakukan tilang di tempat. "Penggunaan alat bukti screenshoot CCTV ini lebih maju satu langkah (dibanding tahun, lalu red). Alat bukti rekaman bisa jadi alat bukti tilang," tambahnya.
Sekadar diketahui, wacana tilang e-CCTV sudah bergulir tahun lalu. Kala itu kendalanya tetap, yakni tidak adanya Perkap. Sehingga polisi hanya bisa mengirim surat teguran ke alamat rumah para pelanggar. Bukan surat tilang.
Tahun ini, kondisinya juga sama. Meskipun belum ada Perkap yang mengikat tilang e-CCTV, petugas tetap ngotot menjalankannya. Mereka bisa menilang pelanggar, tapi tetap di lokasi pelanggaran terjadi.
Irvan menegaskan, secara teknologi Surabaya memang sudah siap. 15 titik CCTV meng-cover lokasi-lokasi yang arus lalu lintasnya padat dan berpotensi terjadi banyak pelanggaran. Sebut saja di Kertajaya, Darmo, Mayjend Sungkono, Diponegoro, hingga dr. Soetomo.
"Sementara ini tilang di tempat, sambil menunggu Perkap keluar. Perkap ini berlaku secara nasional, tidak hanya berlaku di Surabaya. Sambil menunggu daerah lain, Surabaya sudah siap," tegas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.
Kesiapan infrastruktur teknologi itu salah satunya adalah kemampuan kamera. Irvan menerangkan, CCTV yang ada di Kota Pahlawan dilengkapi dengan fitur face recognation atau pendeteksi wajah. Sehingga petugas juga bisa mengetahui pelanggaran yang lebih spesifik.
"Tidak hanya marka dan menerobos lampu merah, tapi juga bisa merekam pengendara yang menggunakan HP saat mengemudi maupun tidak pakai seat belt," terang Irvan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
