JawaPos Radar

Kulon Progo Darurat Kekeringan, 4 Ribu KK Kekurangan Air Bersih

02/08/2018, 14:16 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Darurat Kekeringan Air Bersih
ILUSTRASI: Lebih dari 4 ribu KK di Kulon Progo terancam kekurangan air bersih. (dok. BNPB)
Share this

JawaPos.com - Lebih dari 4 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terancam mengalami kekurangan air bersih. Selain menaikkan status Tanggap Darurat, dalam penanganannya pihak pemerintah setempat berencana meminta tambahan bantuan dari provinsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Ariadi mengatakan, sejak 23 Juli lalu sudah ada 8 kecamatan yang melaporkan mengalami dampak bencana kekeringan. Selang 2 hari kemudian pihaknya menaikkan status ke tanggap darurat. "Darurat itu, memang benar-benar harus segara ditangani," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (2/8).

Kecamatan yang sudah kekeringan air bersih diantaranya yakni Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, Nanggulan, Sentolo, Pengasih dan Lendah. Terdiri dari 32 Desa, serta 109 Padukuhan.

Keseluruhan yang merasakannya ada 3.015 KK. Namun ketika dalam 2 bulan ke depan masih belum turun hujan, diprediksi akan bertambah menjadi 4 ribu KK yang kekurangan air bersih.

Dalam status tanggap darurat ini, juga telah disediakan anggaran sebesar Rp 150 juta. Untuk penyediaan droping air bersih kepada masyarakat.

Sejauh ini, droping yang dilakukan dengan memakai 5 tangki per hari. Masing-masing bermuatan 4 sampai 5 ribu liter air bersih. Nantinya akan ditingkatkan menjadi 10 tangki. "Setiap tangki 4 sampai 5 kali mengangkut seharinya. Kami upayakan minta tambahan dari PMI, BPBD DIJ minim ada 10 tangki," katanya.

Lanjut Ariadi, saat ini juga sudah bantuan dari pihak ketiga maupun Dinas Sosial DIJ. Total ada 1.300 tangki air bersih yang telah siap disalurkan secara bertahap.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up