
BENCANA: Pengecekan EWS tsunami di Gunungkidul oleh petugas.
JawaPos.com - Sebanyak 3 unit Early Warning System (EWS) bencana tsunami di Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) hilang akibat gelombang tinggi beberapa hari lalu. Kondisi tersebut semakin memperparah mitigasinya, karena alat peringatan dini yang lainnya sudah rusak berat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hilangnya EWS tsunami itu ada di Pantai Siung, Drini, dan Wediombo.
"Itu milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Pengadaannya sangat mahal, jadi kami mintakan lagi ke BNPB. Surat pengajuan sudah kami kirim ke BNPB," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (2/8).
Sisanya masih ada 4 EWS tsunami yang ada di Gunungkidul. Itu pun, sudah lama mengalami kerusakan korosi.
"Sudah rusak semua. EWS itu untuk peringatan, semacam alat komunikasi. Karena sudah tidak bisa dipakai, dikembangkan komunikasi dengan SAR (Search and Rescue) kalau ada peringatan dini dari BMKG," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, total 7 EWS tsunami di Gunungkidul yang sudah tidak bisa digunakan lagi. "Jadi semuanya sudah tidak bisa digunakan," kata dia.
Sirine peringatan dini itu dibangun pada 2012-2013 lalu. Memang, lanjut Sutopo, ada sebagian yang karat karena terkena pengaruh air laut. "Secara umum masih beroperasi baik sebelumnya. Sering dipakai untuk latihan kepada masyarakat," ucapnya.
Dengan rusaknya 7 EWS tsunami maka perlu ada pengadaan baru mengingat wilayah tersebut rawan tsunami. "Perlu anggaran untuk membangun kembali. Tentu perlu dipikirkan penganggaran ini baik dari APBD maupun dari APBN. Atau dari bantuan masyarakat," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
