JawaPos Radar

Gelombang Tinggi, Alat Pendeteksi Dini Tsunami di Gunungkidul Hilang

02/08/2018, 16:46 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Alat Pendeteksi Dini Tsunami
BENCANA: Pengecekan EWS tsunami di Gunungkidul oleh petugas. (dok. BNPB)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 3 unit Early Warning System (EWS) bencana tsunami di Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) hilang akibat gelombang tinggi beberapa hari lalu. Kondisi tersebut semakin memperparah mitigasinya, karena alat peringatan dini yang lainnya sudah rusak berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hilangnya EWS tsunami itu ada di Pantai Siung, Drini, dan Wediombo.

"Itu milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Pengadaannya sangat mahal, jadi kami mintakan lagi ke BNPB. Surat pengajuan sudah kami kirim ke BNPB," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (2/8).

Sisanya masih ada 4 EWS tsunami yang ada di Gunungkidul. Itu pun, sudah lama mengalami kerusakan korosi.

"Sudah rusak semua. EWS itu untuk peringatan, semacam alat komunikasi. Karena sudah tidak bisa dipakai, dikembangkan komunikasi dengan SAR (Search and Rescue) kalau ada peringatan dini dari BMKG," ujarnya.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, total 7 EWS tsunami di Gunungkidul yang sudah tidak bisa digunakan lagi. "Jadi semuanya sudah tidak bisa digunakan," kata dia.

Sirine peringatan dini itu dibangun pada 2012-2013 lalu. Memang, lanjut Sutopo, ada sebagian yang karat karena terkena pengaruh air laut. "Secara umum masih beroperasi baik sebelumnya. Sering dipakai untuk latihan kepada masyarakat," ucapnya.

Dengan rusaknya 7 EWS tsunami maka perlu ada pengadaan baru mengingat wilayah tersebut rawan tsunami. "Perlu anggaran untuk membangun kembali. Tentu perlu dipikirkan penganggaran ini baik dari APBD maupun dari APBN. Atau dari bantuan masyarakat," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up