Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 September 2018 | 04.03 WIB

Spanduk Penolakan Ahmad Dhani dan Neno Warisman Bertebaran di Solo

SPANDUK PENOLAKAN: Sepanduk penolakan kedatangan Ahmad Dhani dan Neno Warisman bertebaran di Kota Solo, Sabtu (1/9). - Image

SPANDUK PENOLAKAN: Sepanduk penolakan kedatangan Ahmad Dhani dan Neno Warisman bertebaran di Kota Solo, Sabtu (1/9).

JawaPos.com - Spanduk penolakan kedatangan dua tokoh #2019GantiPresiden, Ahmad Dhani dan Neno Warisman bertebaran di Kota Solo. Setidaknya ada 12 lokasi yang diketahui ada spanduk penolakan kedatangan dua tokoh tersebut.


Spaduk tersebut sudah terpasang sejak beberapa hari yang lalu dan belum diketahui mengenai sosok yang memasang spanduk tersebut. 


Menurut rencana dua sosok penting #2019GantiPresiden itu akan menghadiri kegiatan dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang akan diadakan pada Minggu (9/9) mendatang. Salah seorang warga yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa spanduk penolakan itu sudah ada lebih kurang sejak dua hari yang lalu. Tetapi, dirinya tidak mengetahui siapa yang memasangnya. 


"Kalau siapa yang memasang spanduk itu saya sendiri tidak mengetahuinya, tahu-tahu spanduk itu sudah ada di situ," terangnya saat ditemui di kawasan Pasar Hewan Depok, Solo, Sabtu (1/9).


Dirinya pun tidak ingin ambil pusing terkait keberadaan spanduk tersebut. Selain di kawasan Depok, setidaknya ada 11 lokasi lain yang juga terdapat spanduk penolakan serupa. Diantaranya di simpang empat Sangkrah, Pasarkliwon, timur patung Slamet Riyadi, Gladag, simpang empat Gemblegan, simpang empat Gading, simpang tiga Stadion Sriwedari atau Jalan Bhayangkara.


Selain itu, spanduk penolakan juga terlihat dia simpang empat Gendengan, jembatan pasar Jongke, Laweyan, pintu selatan Stadion Manahan, pagar Lapangan Kottabarat, Kampung Sewu, simpang tiga Sumber dan juga di sekitar Taman Satwa Taru Jurug (TSJT).


Terpisah, Koordinator kegiatan Haornas, Endro Sudarsono, menilai penolakan adalah hal yang wajar. Menurutnya, adanya aksi penolakan tersebut menjadi sebuah edukasi terhadap masyarakat. 
"Itu (penolakan) hal wajar, saya harap spanduk tersebut tidak memunculkan hal yang provokatif," urainya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore