JawaPos Radar

Soal Imunisasi MR, Menkes: Campak Itu Bisa Mengakibatkan Kematian

01/08/2018, 17:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menkes Nila Moeloek
Menkes Nila Moeloek saat melalukan pemantauan langsung kampanye imunisasi campak Measles dan Rubella (MR) di MTS Negeri 1 Makassar, Jalan AP Pattarani, Rabu (1/8). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek melakukan peninjauan pelaksanaan kampanye imunisasi campak Measles dan Rubella (MR) di MTS Negeri 1 Makassar, Jalan AP Pattarani, Rabu (1/8).

Ratusan pelajar terlibat dalam proses injeksi imunisasi di sekolah ini. Kampanye imunisasi MR diselenggarakan secara serentak di 28 provinsi di luar pulau Jawa selama Agustus hingga September 2018.

Nila di sela-sela peninjauan mengungkapkan, proses injeksi campak MR ini penting dilalukan untuk membantu memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat. Untuk dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit kata Nila maka diperlukan cakupan imunisasi yang tinggi minimal 95 persen di seluruh tingkatan wilayah.

Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi, maka akan terbentuk kekebalan kelompok yakni situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit.

"Campak itu bisa mengakibatkan kematian. Dan itu sudah terbukti dengan penyakit campak yang ada di tengah-tengah masyarakat. Apa lagi kalau daya tahan tubuh seseorang itu menjadi turun maka itu akan sangat berbahaya. Penyakit ini mengakibatkan kelainan-kelainan yang tidak bisa kita obat," kata Nila.

Apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali sehingga kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah. Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.

"Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella. Namun, kedua penyakit berbahaya tersebut dapat dicegah dengan imunisasi MR merupakan pencegahan terbaik serta pencegahan terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan kedua penyakit tersebut satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus," jelasnya.

Eliminasi penyakit Campak dan pengendalian penyakit Rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020 menjadi komitmen Indonesia dengan salah satu strateginya adalah melaksanakan kampanye imunisasi MR dan mengintegrasikannya ke dalam program imunisasi nasional.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama dua bulan pada dua fase. Fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September 2017 di seluruh wilayah pulau Jawa dan berhasil melampaui target cakupan nasional, sebesar 100,98 persen dengan jumlah anak yang mendapat kekebalan lebih dari 35,3 juta anak.

Sedangkan fase II dilaksanakan pada bulan yang sama di tahun ini. 395 kabupaten dan kota dan 6.369 puskesmas di 28 provinsi di luar pulau Jawa akan melaksanakan kampanye imunisasi MR yang menyasar kelompok paling rentan tertular penyakit campak dan rubella, yakni anak-anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Sebanyak 31,8 juta anak berkesempatan untuk mendapatkan kekebalan spesifik dari bahaya penyakit campak dan rubella.

Setelah masa kampanye berakhir, imunisasi MR akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak sesuai jadwal usia 9 bulan, 18 bulan dan anak sekolah kelas 1 SD sederajat.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up