
Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso. Foto: Istimewa
JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk mempersiapkan kesehatan anak secara matang sebelum melakukan perjalanan mudik atau liburan panjang. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah memastikan imunisasi anak sudah lengkap, termasuk vaksinasi campak, agar anak terlindungi dari penyakit menular selama perjalanan.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K) mengatakan, vaksinasi menjadi perlindungan paling penting bagi anak ketika mobilitas masyarakat meningkat, seperti saat periode mudik. Menurutnya, penyakit seperti campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga pencegahan melalui imunisasi menjadi kunci.
“Vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa diberikan kepada anak. Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak sudah lengkap, terutama vaksin MR atau MMR,” ujar Piprim dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Ia menambahkan, pemberian vaksin dua dosis terbukti efektif untuk mencegah penularan campak yang mudah menyebar, sehingga orang tua dapat merasa lebih tenang saat bepergian bersama anak.
Selain memastikan vaksinasi, dr. Piprim juga mengingatkan orang tua untuk tetap menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat selama perjalanan. Anak dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau membawa hand sanitizer, menggunakan masker di tempat umum, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Orang tua juga disarankan menghindari tempat yang terlalu padat pengunjung dan tidak berbagi barang pribadi seperti alat makan, botol minum, atau handuk guna meminimalkan risiko penularan penyakit.
IDAI turut menyarankan orang tua memilih destinasi wisata yang aman dan ramah anak. Piprim menilai tempat wisata dalam ruangan seperti museum, pusat sains, perpustakaan anak, atau taman bermain indoor dapat menjadi pilihan karena relatif terlindung dari hujan dan keramaian berlebih.
Baca Juga:6 Shio ini Bakal Kehujanan Rezeki di Akhir Bulan Maret, Siap-siap Utang Lunas dalam Waktu Dekat!
Selain itu, orang tua diminta memantau prakiraan cuaca, memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat sebelum berangkat, serta menyiapkan rencana aktivitas alternatif apabila cuaca tidak mendukung.
Dalam perjalanan, keluarga juga dianjurkan membawa perlengkapan penting seperti obat-obatan dasar, termometer, vitamin, dokumen identitas anak, hingga camilan sehat dan mainan untuk menghindari kebosanan anak selama perjalanan.
Tidak hanya kesehatan, IDAI juga menyoroti pentingnya keselamatan anak saat berkendara. Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. Hikari Ambara Sjakti, menegaskan orang tua wajib menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai bagi anak di kendaraan.
“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab mutlak orang tua. Jangan pernah menganggap remeh penggunaan car seat atau sabuk pengaman,” kata Hikari.
IDAI merekomendasikan bayi hingga usia dua tahun menggunakan kursi mobil khusus yang menghadap ke belakang (rear-facing car seat), sementara anak yang lebih besar menggunakan car seat atau booster seat sesuai usia dan berat badan. Anak di bawah 12 tahun juga disarankan duduk di kursi belakang kendaraan.
Untuk perjalanan menggunakan sepeda motor, anak di bawah usia enam tahun tidak dianjurkan menjadi penumpang. Anak yang dibonceng wajib menggunakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai.
