Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23.12 WIB

Sebabkan Warga Muntaber, Pemkot Tangsel Minta Jaringan Pengolahan Air Dirombak Total

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan. (Humas Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta perbaikan pengolahan distribusi air pasca banyak warga di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu terkena muntaber. Langkah ini untuk mencegah korban semakin banyak.
 
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan memerintahkan agar pengelola Water Treatment Plant (WTP) setempat untuk segera menghentikan operasional fasilitas. Mereka diminta memperbaiki instalasi pengelolaan air hingga proses distribusi.
 
“Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah permasalahan berasal dari proses pengolahan atau jaringan distribusi air. Pengelola juga diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran,” kata Pilar, Sabtu (17/10).
 
Pilar sudah menemui langsung warga setempat yang dilanda muntaber. Dialog digelar untuk menyelesaikan persoalan.
 
 
Gangguan kesehatan pencernaan, khususnya muntaber yang dialami warga diduga  kuat berkaitan erat dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E.coli) pada jaringan air bersih perumahan.
 
Sebagai langkah respons cepat, Dinas Kesehatan Kota Tangsel bersama Puskesmas Keranggan langsung bergerak melakukan penyelidikan epidemiologi secara intensif. Tim mengambil tiga sampel air untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah. 
 
Hasilnya menunjukkan angka kontaminasi E.coli yang sangat mengkhawatirkan yakni Reservoir WTP mencatatkan angka 14, kemudian sampel rumah warga yang menggunakan filter mencatatkan angka 660 dan sampel  rumah warga tanpa filter mencatatkan angka tertinggi sebesar 956.
 
Artinya semua sampel dipastikan terpapar E.coli di atas ambang batas normal. Dengan begitu disimpulkan bahwa penggunaan air WTP harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan kualitasnya aman.
 
“Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” imbuh Pilar.
 
Atas dasar itu, perbaikan jaringan pipa harus dilakukan menyeluruh. Perbaikan tidak bisa dilaksanakan sebagian karena berpotensi tidak menyelesaikan persoalan seluruhnya. 
 
“Jadi bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.
 
Pemkot mengharapkan persoalan ini diselesaikan untuk perbaikan jangka panjang. Pasalnya, menyangkut keselamatan warga.


 
"Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore